Ikut Aliran Sesat, Mahasiswi Poltek Pajajaran Hilang

Ikut Aliran Sesat, Mahasiswi Poltek Pajajaran Hilang

- detikNews
Kamis, 04 Okt 2007 10:26 WIB
Ikut Aliran Sesat, Mahasiswi Poltek Pajajaran Hilang
Jakarta - Sudah hampir sebulan Ahriani Yulvie tidak pernah pulang ke rumah orang tuanya di Karawang, Jawa Barat. Tak ada kabar atau pesan dari mahasiswi semester 3 Politeknik Pajajaran itu. Dia menghilang begitu saja.Sang ayah, Ahmad Suprapto sempat mencari anaknya tersebut ke tempat kosnya yang tidak jauh dri kampus. Namun tak ada teman kos dan teman kuliah Yulvie yang mengetahui keberadaanya.Awalnya, Suprapto enggan melaporkan kejadian ini ke polisi. Namun hingga akhir bulan September tak ada kabar mengenai keberadaan anaknya."Keluarga menyarankan saya tidak melaporkan dulu ke polisi. Mungkin Yulvie pergi ke tempat temannya saja," kata Suprapto saat dihubungi detikcom Kamis (4/10/2007).Saran itu diikuti Suprapto yang mengaku kontak terakhir melalui SMS dengan Yulvie pada 9 September 2007. Namun kegundahan hatinya membuat Supraptomemutuskan melaporkan kehilangan anaknya tersebut ke polisi."Saya lapor ke Polsek Kiara Condong Bandung pada Rabu 27 September. Tapi sampai sekarang belum ada perkembangan apa-apa," cemasnya.Aliran SesatDituturkan Suprapto, Yulvie terakhir pulang ke Karawang pada saat libur HUT RI 17 Agustus lalu. Itulah kali terakhir dia melihat putrinya. Secara umum, tidak ada keanehan perilaku yang ditunjukkan Yulvie. Namun ada satu tindakan Yulvie yang dinilainya tidak lazim."Waktu itu dia membaca Alquran. Setelah itu semuanya diterjemahkan dengan ditulis tangan di kertas folio sampai berlembar-lembar," ingat Suprapto.Awalnya, Suprapto menduga itu merupakan salah satu tugas kuliah anaknya. Namun kini dia baru menyadari anaknya telah mengikuti aliran yang disebut-sebut sebagai Alquran Suci. Aliran ini, lanjut dia, hanya percaya kepada Alquran saja dan tidak mempercayai hadis nabi.Informasi ini diperoleh Suprapto setelah dirinya melacak keberadaan Yulvie. Berdasarkan informasi yang diperoleh dari teman kampus anaknya, Yulvie belakangan terlibat aktif dalam pengajian yang biasa diadakan di sebuah masjid yang berlokasi di kantor PDAM yang tak jauh dari kampusnya di Jl Terusan Jakarta, Antapani, Bandung."Kata temannya, di masjid itu Yulvie berkenalan dengan seseorang yang kemudian mengajaknya bergabung dalam aliran itu," tutur Suprapto.Memang Suprapto mengakui, beberapa bulan terakhir, hubungannya dengan Yulvie kurang begitu baik. Hal itu disebabkan karena permintaanya agar Yulvie tidak melanjutkan kuliah di Bandung ditolak."Saya merasa berat harus membiayai Yulvie di Bandung. Saya minta dia kuliah di Karawang saja karena saya tidak perlu membayar biaya kos dan makannya. Kalau di sini kan lebih murah," ungkap Suprapto.Dia menambahkan, Yulvie juga sempat kecewa terhadap kampusnya yang idak mengabulkan permohonan beasiswanya. "Padahal dia IPK-nya 4. Temannya yangcuma 3,8 malah dapat. Saya tidak tahu apa ini ada hubungannya juga," jelasSuprapto.Kini Suprapto mengaku bingung atas nasib anaknya tersebut. Berbagai cara untuk menemukan Yulvie sudah dilakukan termasuk melalui orang pintar.Sebenarnya, dia tidak ingin kasus kehilangan anaknya ini diberitakan oleh media massa karena takut keselamatan anaknya terancam. Namun demi menemukan buah hatinya, kini Suprapto hanya bisa pasrah. (bal/djo)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads