Terapi Aspirin Bisa Cegah Jantung dan Stroke
Kamis, 04 Okt 2007 08:12 WIB
Jakarta - Penyakit jantung dan pembuluh darah (kardiovaskuler) merupakan penyebab kematian terbesar di dunia. Untuk mencegah terserangnya penyakit kardiovaskuler pada pasien yang belum mengalami stroke atau serangan jantung, dapat dilakukan melalui terapi aspirin.Dalam aspirin dengan dosis 100 mg terkandung asam asitil salisilat (Acetyl Salisilic Acid/ASA) dosis rendah.Tentunya perlu studi klinis perlu menguji aspirin dalam mengurangi serangan kardiovaskuler, yaitu dengan ARRIVE (Aspirin to Reduce Risk of Initial Vascular Events) atau aspirin untuk menurunkan risiko kejadian vaskular awal."Bila Anda mempunyai faktor risiko, dari banyak penelitian aspirin bermanfaat menurunkan serangan pertama," kata staf pengajar Departemen Kardiologi dan Kedokteran Vaskuler Jetty RH Sedyawan SpJP K FIHA, di Hotel Shangri-La, Jakarta, Rabu (3/10/2007).Jetty menjelaskan, aspirin yang dikenal orang awan itu untuk obat sakit kepala. Namun aspirin itu berdosis 500 mg.Studi internasional ARRIVE merupakan studi terbesar untuk mengamati efek dari pemakaian ASA dosis rendah setiap hari untuk mengurangi risiko serangan jantung dan stroke fatal dan tak fatal pertama pada pasien dengan risiko menengah.Studi klinis ARRIVE diumumkan Bayer Healthcare yang dilakukan di European Society of Cardiology Congress 2007 di Wina, Austria. Studi ini dilakukan di 5 negara yakni Jerman, Italia, Spanyol, Inggris, dan AS dalam periode 5tahun.Para peneliti saat ini sedang merektrut pasien sekitar 12 ribu orang dengan risiko menengah yang melibatkan lebih dari 400 lokasi penelitian.Menurut Jetty, seseorang yang telah terserang jantung membutuhkan biaya yang mahal untuk pengobatannya. Dengan studi ini ini diharapkan dapat mencegah terserang kardiovaskular dengan penggunaan ASA."Setidaknya 20 juta orang selamat dari serangan jantung dan stroke setiap tahun. Itulah perlunya pencegahan serangan pertama," imbuhnya.ASA dosis rendah merupakan obat untuk menghindarkan penyumbatan pada arteri koroner serta mencegah penggumpalan darah dalam saluran darah. Dengan demikian ASA dapat mengurangi risiko terbentuknya bekuan darah yang berpotensi menimbulkan gangguan kardiovaskuler.
(mly/bal)