Awas! Wanita Menopause Rawan Terserang Jantung
Kamis, 04 Okt 2007 06:47 WIB
Jakarta - Pria memang lebih rentan terserang penyakit jantung dan pembuluh darah (kardiovaskuler) dibanding wanita usia muda. Namun hal itu tidak berlaku bagi wanita yang sudah menopause."Laki-laki dengan umur yang sama dengan wanita yang belum menopause, misalnya 40 tahun, perbandingannya 8:1" kata staf pengajar Departemen Kardiologi dan Kedokteran Vaskuler Jetty RH Sedyawan SpJP K FIHA, di Hotel Shangri-La, Jakarta, Rabu (3/10/2007).Menurut Jetty, laki-laki 8 kali berisiko menderita penyakit jantung dan stroke. Sedangkan wanita hanya 1 kali.Namun setelah menopause (45 tahun), wanita berisiko lebih tinggi mengalami penyakit kardiovaskuler, seperti stroke dan penyakit jantung koroner."Setelah menopause hormon estrogen tidak ada, kan menurun. Apalagi tambah gaya hidup, kurang bergerak, diabetes, dan obesitas," ujar dia.Jetty menjelaskan, estrogen ini bagus untuk kelenturan pembuluh darah. Selain itu memiliki efek perlindungan terhadap sistem kardiovaskuler. Antara lain dengan meningkatkan kadar kolesterol baik (HDL) dan menurunkan kolesterol jahat (LDL)."Ternyata penyebab utama kematian perempuan di dunia adalah menopause. Bukan tumor dan kanker payudara," imbuh dia.Angka kematian akibat penyakit kardiovaskuler pada wanita menopause, lanjut Jetty, 18 kali dari keseluruhan tumor dan 8 kali dari tumor payudara."Jadi sebelum menopause kita lebih kuat 8 kali dibanding pria. Tapi setelah menopause kita selemah pria," tandasnya.Namun, kini tak sedikit wanita muda yang sudah mengidap penyakit kardiovaskuler. Apalagi dengan gaya hidup yang suka merokok, obesitas, kurang bergerak dan olah raga, serta stres. "Wanita muda tidak lebih tinggi dari menopause, tapi sudah meningkat," ujar dia.PencegahanUntuk mencegah penyakit jantung koroner, kita pelu mengontrol faktor risiko dengan mengubah gaya hidup. Seperti olahraga teratur, diet atau mengkonsumsi obat-obatan.Beberapa faktor risiko yang dapat meningkatkan terjadinya penyakit kardiovaskuler yaitu kebiasaan merokok, tekanan darah tinggi, kadar kolesterol darah tinggi, diabetes, obesitas, serta riwayat penyakit jantung koroner dalam keluarga.
(mly/bal)











































