Tingginya Angka Kematian Akibat Penyakit Jantung
Kamis, 04 Okt 2007 06:19 WIB
Jakarta - Gaya hidup masyarakat yang terus berubah membuat angka kematian akibat penyakit jantung dan pembuluh darah (kardiovaskuler) meningkat. Bahkan saat ini kardiovaskuler menjadi pembunuh urutan nomor satu di Indonesia."Survei tahun 2002, penyakit ini menempati nomor satu. Kita sama dengannegara maju," kata staf pengajar Departemen Kardiologi dan Kedokteran Vaskuler dr Jetty RH Sedyawan SpJP K FIHA, di Hotel Shangri-La, Jakarta, Rabu (3/10/2007).Menurut Jetty, penyakit kardiovaskuler tidak mengenal batas geografis, gender, atau batas sosio ekonomi."17,5 Juta meninggal karena jantung dan stroke per tahunnya, atau 30 persen dari kematian di seluruh dunia setiap tahun. Pada 2020, jantung dan stroke menjadi penyebab utama kematian dan cacat," ujar wanita berjilbab ini.Jenis-jenis penyakit kardiovaskuler yang harus diwaspadai adalah serangan jantung, angina dan stroke.Serangan jantung terjadi apabila arteri koroner tersumbat oleh gumpalan darah. Aliran darah yang dibawa arteri koroner jantung ke jantung ini terhambat dan mengakibatkan rusaknya sistem saraf atau otot yang terkena dampak penyumbatan.Sedangkan angina terjadi bila jantung bekerja ekstra keras sehingga diperlukan lebih banyak suplai darah. Jika sebagian dari arteri koroner jantung tersumbat, maka jantung tak bisa memperoleh suplai dara. Akibatnya timbul rasa nyeri atau sesak di dada (bisa menyebar ke bahu, lengan, atau leher).Angina biasanya terjadi pada saat olahraga. Tapi bisa hilang dengan istirahat atau minum obat-obatan.Stroke terjadi ketika suplai darah ke otak tersumbat. Biasanya disebabkan gumpalan darah tapi bisa juga karena pecahnya pembuluh darah (arteri) otak.Tentu saja hal ini bisa melumpuhkan sebagian anggota tubuh, gangguan bicara, dan merusak fungsi otak lainnya. Stroke sebagian bersifat ringan, tapi bisa berkembang menjadi fatal.ProsesKebiasaan merokok, tingginya kadar kolesterol darah, tekanan darah tinggi menjadi penyebab kerusakan pada lapisan bagian dalam (intima) arteri koroner. Lapisan intima menjadi tak rata lagi.Selain itu sel-sel kolesterol atau lemak mudah terperangkap pada lapisan intima yang kasar. Dan timbunan lemak di lapisan intima lama kelamaan akan membentuk selaput yang disebut plak. Plak ini akan mempersempit arteri koroner sehingga aliran darah yang melaluinya semakin berkurang.
(mly/bal)











































