Australia Tutup Pintu Bagi Imigran Afrika Hingga 2008
Kamis, 04 Okt 2007 02:26 WIB
Canbera - Australia memutuskan tidak akan memberikan akses bagi imigran asal Afrika ke negaranya setidaknya hingga pertengahan tahun 2008. Kebijakan ini disebut PM John Howard sebagai 'penyeimbangan' jumlah imigran di negaranya.Seperti dilansir AFP, Rabu (3/10/2007), Howard menolak jika langkah yang diambilnya sebagai bentuk rasisme. Howard berdalih setiap tahun Australia menerima sekitar 13.000 imigran dan pengungsi yang berasal dari Afrika, Timur Tengah dan Asia.Untuk itu, dia merasa perlu melakukan tindakan yang disebutnya sebagai 'penyeimbangan' jumlah tersebut. "Kebijakan ini tidak didasarkan pada sesuatu yang bersifat rasial. Tapi merupakan penyeimbangan, dan salah satu konsekuensinya adalah setidaknya hingga bulan Juli tahun depan tak akan ada lagi orang yang datang dari Afrika," papar Howard.Howard menambahkan, kebanyakan imigran yang menetap di negaranya tidak bisa beradaptasi dengan warga Australia. "Ini untuk memastikan tersedia cukup waktu untuk membuat mereka (imigran) terintegrasi dengan komunitasnya," ujarnya.Sementara Menteri Imigrasi Kevin Andrews menegaskan tidak ada jaminan jika kebijakan ini akan diubah setelah Juli 2008. Kebijakan yang diambil Howard ini sangat kontras dengan apa yang dilakukannya 2 tahun lalu. Pemerintah Australia ketika itu mengizinkan 70 persen dari total imigran berasal dari Afrika masuk ke negaranya.Kebijakan ini disambut protes kelompok imigran di Australia. Mereka menuding langkah Howard ini terkait merosotnya suara partai konservatif menjelang pemilu yang akan dilaksanakan pada bulan November mendatang. Partai Konservatif pimpinan Howard memang diramalkan akan kalah. "Howard ingin mengulang kebijakannya untuk meningkatkan perolehan suara partainya seperti yang dilakukannya pada tahun 2001," ujar juru bicara kelompok imigran Ian Rintoul.Ketika itu, lanjut Ian, Howard memang menerapkan kebijakan melarang keras para pencari suaka politik serta imigran masuk ke Australia. Pada malam pemilihan 2001, pemerintah Australia menolak ratusan pengungsi. Ratusan pengungsi yang kebanyakan berasal dari Afghanistan sebelumnya diselamatkan kapal berbendera Norwegia, Tampa. Mereka sebelumnya sempat terapung-apung di Samudera Hindia ketika kapal yang dinaiki karam.
(bal/bal)











































