Gubernur Maluku Kumpulkan Seniman Bahas Lagu Rasa Sayange

Gubernur Maluku Kumpulkan Seniman Bahas Lagu Rasa Sayange

- detikNews
Rabu, 03 Okt 2007 21:14 WIB
Ambon - Kabar penggunaan lagu Rasa Sayange digunakan sebagai jingle iklan Malaysia rupanya mendapat perhatian serius Gubernur Maluku Karel Alberth Ralahalu. Untuk mengetahui asal usul lagu tersebut, Karel mengumpulkan seluruh seniman dan legenda musik di Maluku."Saya akan kumpulkan para seniman, budayawan, sekaligus mencari bukti terkait asal usul lagu ini," kata Karel kepada detikcom, usai berbuka puasa bersama di kompleks Pasar Ikan Higienis Tantui Ambon, Rabu (5/10/2007).Tak hanya itu, Karel menambahkan, dirinya sudah memerintahkan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Maluku untuk segera mematenkan hak cipta atas lagu tersebut."Saya sudah perintahkan Disperindag untuk melakukan perlindungan terhadap lagu rakyat Maluku itu," tegasnya.Karel mengungkapkan, sebagai warga Maluku, dia mengaku sangat kecewa dengan sikap Malaysia, yang mengklaim lagu tersebut adalah lagu mereka. Apalagi lagu itu dijadikan jingle promosi wisata Malasyia. "Bukan hanya lagu. Buah manggis yang berasal dari Maluku, juga diperdagangkan dan dipatenkan di Malasyia. Coba naik pesawat Malaysia Airlines, ada buahtersebut," ungkapnya.Karel mengajak semua masyarakat Maluku, terutama para orang tua yang mengetahui asal usul lagu Rasa Sayange, untuk segera menginformasikan kepada Pemprov Maluku. "Saya minta semua rakyat Maluku di mana saja berada yang mengetahui asal usul lagu ini untuk diinformasikan kepada kami," pinta Karel.Dia menuturkan, lagu Rasa Sayange sudah didengarnya sejak masih kecil. "Saya waktu ditimang oleh ibu untuk tidur juga dengan lagu Rasa Sayange," kenang Karel.Seorang seniman terkenal Maluku yang ditemui mengungkapkan, malam ini, bertempat di hotel Mutiara Ambon, seluruh artis dan pencipta lagu asal Maluku yang tergabung dalam Parfi Maluku akan membicarakan persoalan ini."Kita akan kumpul malam ini untuk membahas persoalan ini," ujar Om Koko, seniman senior Maluku. (han/bal)



Berita Terkait