Mengantre Tanda Tangan Clinton di Rotterdam

Laporan dari Rotterdam

Mengantre Tanda Tangan Clinton di Rotterdam

- detikNews
Rabu, 03 Okt 2007 20:43 WIB
Mengantre Tanda Tangan Clinton di Rotterdam
Rotterdam - Mantan presiden AS Bill Clinton mengunjungi toko buku terbesar di Rotterdam, Selexyz Donner, untuk mempromosikan buku barunya, Giving: How Each of Us Can Change the World. Di bawah gerimis musim gugur nan dingin, ratusan orang yang sudah membeli buku versi terjemahan Belanda, Geef en verander de wereld, mengantre dengan harapan dapat memperoleh tanda tangan mantan orang paling berpengaruh di dunia itu.Pengamanan super ketat. Apalagi sebagai mantan presiden AS, Clinton tetap dikawal oleh tim sendiri dari Secret Service.Toko buku berlantai 9 di jantung Rotterdam itu dapat dihubungi di donner@selexyz.nl. Koleksinya sangat luas. Mulai dari Sains Eksakta, Arsitektur, Kedokteran, Kedokteran Hewan, Komunikasi, Ekonomi, Manajemen, Esoteri, Sejarah, Politik, Kesehatan, Informatika, Anak-anak, Kinderboeken, Seni, Kuliner, Literatur, Musik, Puisi, Bahasa dan Sastra, Psikologi, Hukum, Teologi hingga buku studi.Meskipun demikian Selexyz Donner ternyata kurang lengkap untuk buku-buku jurnalistik. Ketika detikcom mencarikan titipan seorang awak detiksurabaya untuk judul berikut ini ternyata tidak tersedia: Analysing Newspaper: An Approach From Critical Discourse Analysis (John E, Richardson), Yellow Journalism (Skog, Jason), Telling True Stories: A Nonfiction Writer's Guide From Nieman Foundation at Harvard University (Kramer, Mark), The Unbrearable Lightness of Being: Twentieth Anniversary Edition (Kundera, Milan) dan Catcher in The Rye (J.D Salinger).GivingBuku ini merupakan seruan inspiratif kepada siapa saja untuk mengubah dunia. Clinton memaparkan upaya luarbiasa dan inovatif seperti apa yang dapat diberikan oleh organisasi dan individu untuk memecahkan masalah dan menyelamatkan kehidupan. Dia mengingatkan kita agar berbuat semampu kita untuk membantu sesama manusia di sekitar kita maupun di belahan lain dunia.Melalui buku itu Clinton juga berbagi pengalamanya sendiri maupun donatur lainnya. Dia menunjukkan bahwa memberi waktu, keahlian, barang dan ide itu minimal sama pentingnya dengan memberi uang. Dari seorang Bill Gates (bos Microsoft) hingga seorang gadis usia 6 tahun yang cuma mengajak membersihkan pantai. Dari Andre Agassi hingga suami istri yang mengumpulkan bahan pelajaran untuk disumbangkan ke sekolah di Zimbabwe. Hingga seorang perempuan sangat uzur yang mengeluarkan tabungannya untuk beasiswa, semua dipaparkan oleh Clinton. Pendek kata tentang laki perempuan, tua belia, yang telah berbuat demi dunia yang lebih baik dan tentang kepuasan di hati yang dirasakan oleh mereka. Clinton juga menyinggung tentang pengendalian iklim, pemberantasan penyakit, memajukan pendidikan, dan kondisi perburuhan di seluruh dunia. Dia menunjukkan bagaimana salah satu cara terpenting dalam memberi dapat mengubah kebijakan pemerintahan, memperbaiki atau mendukung. Dia memberi sketsa bagaimana kita sebagai individu dapat berbuat dan mengapa memberi itu demikian penting."Harapan saya...," tulis Clinton, "...adalah bahwa orang-orang dan kisahnya dalam buku ini dapat menggugah sesama, menyentuh hati, dan membuat jelas bahwa kegiatan warga biasa merupakan cara efektif untuk mengubah dunia,"Sebagian dari hasil penjualan buku ini akan disumbangkan Clinton kepada organisasi yang bergerak demi perbaikan dunia. (es/es)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads