Daftar Fenomena Langit Maret 2026, Ada Gerhana Bulan dan Lainnya

Daftar Fenomena Langit Maret 2026, Ada Gerhana Bulan dan Lainnya

Widhia Arum Wibawana - detikNews
Jumat, 27 Feb 2026 08:10 WIB
Ilustrasi untuk fenomena langit atau fenomena astronomi.
Ilustrasi (Foto: Dai Jianfeng/IAU OAE/Jeff Dai/Wikimedia Commons/CC BY 4.0)
Jakarta -

Fenomena langit Maret 2026 akan diramaikan oleh sejumlah peristiwa astronomi yang menarik untuk diamati. Beberapa di antaranya bahkan tergolong fenomena yang jarang terjadi dalam waktu berdekatan.

Informasi mengenai jadwal fenomena langit ini dapat menjadi panduan bagi masyarakat dan pengamat astronomi. Merujuk laman resmi In The Sky, berikut daftar fenomena langit yang terjadi sepanjang Maret 2026.

Bulan Purnama Worm Moon: 3 Maret 2026

Bulan Purnama akan terjadi pada 3 Maret 2026 dan dikenal dengan nama Worm Moon. Ini merupakan sebutan tradisional untuk fase Bulan purnama yang terjadi pada bulan Maret.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pada saat itu, Bulan berada di sisi berlawanan dari Matahari terhadap Bumi sehingga seluruh permukaannya tampak terang. Kondisi ini membuat Bulan terlihat bulat sempurna dari Bumi.

Fenomena ini dapat diamati sepanjang malam selama kondisi langit cerah. Pengamatan dapat dilakukan tanpa alat bantu khusus.

ADVERTISEMENT

Gerhana Bulan Total: 3 Maret 2026

Pada tanggal yang sama, juga terjadi Gerhana Bulan Total. Peristiwa ini berlangsung ketika Bulan sepenuhnya masuk ke dalam bayangan inti Bumi.

Saat mencapai fase totalitas, Bulan biasanya tampak berwarna merah redup. Warna tersebut muncul akibat pembiasan cahaya Matahari oleh atmosfer Bumi.

Gerhana Bulan termasuk fenomena yang aman dilihat secara langsung. Masyarakat dapat mengamatinya tanpa perlindungan mata khusus.

Hujan Meteor Gama Normid: 14 Maret 2026

Hujan meteor Gama Normid diperkirakan mencapai puncaknya pada 14 Maret 2026. Fenomena ini terjadi ketika Bumi melintasi jalur partikel debu yang ditinggalkan benda langit seperti komet.

Partikel tersebut akan terbakar saat memasuki atmosfer Bumi dan terlihat sebagai meteor. Intensitas hujan meteor ini tergolong rendah dibandingkan hujan meteor besar lainnya.

Pengamatan paling baik dilakukan dari lokasi dengan langit gelap. Waktu ideal biasanya mulai dini hari menjelang pagi atau fajar.

Ekuinoks Maret: 20 Maret 2026

Ekuinoks Maret terjadi pada 20 Maret 2026, yaitu saat Matahari berada tepat di atas garis khatulistiwa. Peristiwa ini menyebabkan durasi siang dan malam di Bumi hampir sama panjang.

Ekuinoks merupakan fenomena astronomi yang terjadi secara rutin setiap tahun. Peristiwa ini juga menjadi penanda perubahan posisi Matahari dalam siklus tahunan.

Fenomena ini tidak berbahaya dan tidak menimbulkan dampak langsung bagi kehidupan di Bumi. Ekuinoks hanya berkaitan dengan posisi Matahari dan perubahan durasi siang dan malam.

Lihat juga Video 'Deretan Fenomena Langit yang Bakal Muncul di Desember 2025':

(wia/imk)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads