RI Tak Ingin Pasukan Asing Hadir di Selat Malaka

RI Tak Ingin Pasukan Asing Hadir di Selat Malaka

- detikNews
Rabu, 03 Okt 2007 15:09 WIB
Jakarta - Indonesia tidak ingin adanya kehadiran pasukan dari negara asing, selain Malaysia dan Singapura dalam pengamanan di Selat Malaka. Keterlibatan negara asing dibutuhkan hanya sebatas bantuan peralatan saja."Kita sudah punya kerja sama dengan Malaysia dan Singapura dengan Patroli Bersama. Karena gangguan di sana mempengaruhi lalu-lintas ekonomi dunia, makanya ketiga negara sangat concern menjaganya. Kita tidak ingin campur tangan negara di luar untuk ikut bersama-sama mengerahkan pasukan," kata Panglima TNI Marsekal Djoko Suyanto usai gladi bersih upacara HUT TNI ke-62 di Markas Besar TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Rabu (3/10/2007).Menurut Djoko, keterlibatan negara lain hanya boleh membantu peralatan, seperti radar pantai. Contohnya, Pemerintah Jepang yang memberikan bantuan kapal patroli sebagai bentuk capacity building.Jadi, lanjut Djoko, negeri matahari terbit itu tidak mengerahkan pasukan khusus untuk mengamankan kawasan yang menjadi urat nadi perekonomian dunia ini. "Jadi (bantuan mereka) hanya dalam bentuk capacity building," ujarnya.Bantuan jepang itu, lanjut Djoko, masih akan dikoordinasikan, apakah akan dioperasikan oleh Angkata Laut atau Badan Koordinasi Keamanan Laut. Bantuan itu sendiri baru akan tiba pada bulan Desember mendatang. Sementara soal keamanan di wilayah perbatasan, menurut Djoko, dari 92 pulau terluar, ada sekitar 12 pulau yang rawan, baik yang berpenghuni maupun tidak. TNI memiliki kewajiban untuk mengawasi pulau-pulau tersebut. "Pulau ini ada yang ditempati TNI, ada juga yang kosong. Dilihat dari kerawanannya, kalau memungkinkan untuk ditempati, ya ditempati," imbuh Djoko. (zal/asy)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads