Kepala Trantib Sewot Ditanyai 'Penyerbuan' Rusun Pulomas
Rabu, 03 Okt 2007 14:43 WIB
Jakarta - Penggusuran Rusun Pulomas menyebabkan beberapa penghuni berdarah-darah akibat bentrok dengan aparat. Namun Kepala Trantib Harianto Badjoeri sewot ditanyai kelakuan aparatnya yang brutal."Siapa yang anarkis? Kamu ke situ nggak? Kamu ada di lokasi nggak? Saya baru balik dari sana," kata Harianto yang masih berpakaian dinas warna hijau itu sewot menjawab pertanyaan wartawan di Balaikota Jakarta, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (3/10/2007).Menurut Harianto, pada waktu pengosongan Rusun Pulomas Rabu pagi tadi, petugas Trantib sudah disambut lemparan batu dari dalam rusun. Rupanya dari dalam rusun sudah disiapkan batu, parang, tanah, dan senjata tajam lainnya. "Terkait lemparan batu, itu bukan dari trantib karena anggota kami juga kena. Kalaupun yang tidak kena karena memakai tameng," elaknya.Adanya korban lemparan batu pada wartawan juga dibantah Harianto sebagai perbuatan satpol PP. Katanya, aparatnya masuk ke rusun tidak membawa senjata. "Tidak mungkin anggota trantib melakukan tindakan itu," bantahnya.Saat ini, kondisi di Rusun Pulomas berangsur-angsur pulih setelah terjadi bentrokan antara penghuni rusun dengan aparat satpol PP. "Sekarang yang tersisa tinggal 36 KK, sekarang sudah dipindahkan ke Rusun Tipar Cangkung," ujarnya singkat.
(ana/nrl)











































