Surat Cinta untuk Junta Myanmar

Surat Cinta untuk Junta Myanmar

- detikNews
Rabu, 03 Okt 2007 10:47 WIB
Jakarta - Puluhan perwakilan biksu dan solidaritas Budhis Indonesia melakukan aksi damai di seberang Kedubes Myanmar. Mereka pun memberikan surat cinta kasih untuk pemerintahan junta Myanmar.Setelah menunggu beberapa puluh menit, akhirnya perwakilan Kedubes Myanmar menemui para demonstran. Sekretaris Dubes Myanmar Tedy Guritno, yang merupakan warga Indonesia, keluar dari gerbang hijau setinggi 2,5 meter.Pintu itu sebelumnya tertutup pada saat demonstran melakukan aksi di seberang gedung kedubes, Jl Agus Salim, Jakarta Pusat, Rabu (3/10/2007).Dengan terbukanya gerbang, koodinator aksi Ponijan Liaw bersama 4 temannya langsung menghampiri Tedy. Ponijan pun menyerahkan surat cinta kasih kepada junta Myanmar melalui Tedy.Surat itu berisi imbauan untuk menghentikan penganiayaan dan kekerasan terhadap para biksu. Mereka juga mengutuk tindakan ahumanistik yang tidak beradab di Myanmar -- dahulu bernama Birma -- dan seluruh belahan dunia."Karena cinta kasih kami kepada pemerintah Birma, maka kami memberikan surat cinta kasih ini. Mohon agar segera diteruskan kepada pemerintah Myanmar," kata Ponijan kepada Tedy.Ponijan juga menawarkan kepada Tedy untuk menyampaikan sambutan. "Kalau dari Bapak ada sambutan, silakan," imbau dia. Namun, Tedy hanya menggelengkan kepala. "Tidak, tidak ada," jawabnya.Usai menyerahkan surat tersebut, Ponijan dan Tedy bersalaman. Dan Tedy kembali masuk ke gedung kedubes. Gerbang pun kembali tertutup.Usai pertemuan, Ponijan mengaku akan melihat perkembangannya. "Kita lihat perkembangannya. Kalau tidak ditanggapi, mungkin kita akan terus melakukan aksi," ujar dia.Dalam aksinya, mereka juga menuntut pemerintah memberikan perhatian kepada 10 anggota biksu dan 7 umat Budha warga Indonesia yang belajar di Myanmar.Sementara perwakilan Biksu, Matra Maitri, mengimbau agar para biksu di Myanmar tetap tegar."Di sana harus tetap sabar. Kami di sini tidak diam. Kami terus membacakan doa, khususnya untuk para biksu dari Indonesia. Mudah-mudahan dengan aksi ini pemerintah Myanmar mendengar jeritan kami dan menghentikan kekerasan kepada para biksu," pungkasnya. (mly/sss)


Berita Terkait