Kurangi Depresi Ibu Melahirkan dengan Menemaninya

Kurangi Depresi Ibu Melahirkan dengan Menemaninya

- detikNews
Rabu, 03 Okt 2007 04:25 WIB
Jakarta - Keberagaman budaya ternyata berdampak terhadap kesehatan jiwa. Contohnya saja di Indonesia pada saat menangani ibu yang melahirkan. Padahal ibu yang melahirkan rawan depresi."Kalau dilihat di beberapa negara, ibu hamil banyak yang depresi. Untuk Indonesia angkanya sangat kecil karena ada budaya setiap ibu melahirkan harus ditemani anggota keluarga," kata Direktur Bina Pelayanan Kesehatan Jiwa dr Yulizar Darwis SpKJ.Yulizar menyampaikannya dalam acara Press Briefing di RSJ Dr Soeharto Heerdjan, Jl Prof DR Latumenten, Jakarta Barat, Selasa (2/10/2007).Menurut Yulizar keberagaman budaya mempunyai dampak terhadap kesehatan jiwa menjadi tema pada peringatan Hari Kesehatan Jiwa Sedunia pada 10 Oktober 2007.Depresi merupakan perasaan sedih dan tertekan yang menetap. Perasaan tertekan yang sedemikian berat sehingga yang bersangkutan tak dapat melaksanakan fugsi sehari-hari.Depresi merupakan gangguan jiwa yang sering ditemukan di masyarakat. Selain depresi ada juga cemas, demensia (kepikunan), dan skizofrenia.Berdasarkan survei kesehatan mental rumah tangga (SKMRT) tahun 1995, setiap 1.000 anggota rumah tangga terdapat 185 mengalami gangguan jiwa. Skizofrenia 0,2 %-2% dari populasi (terbanyak 15-35 tahun), depresi 5-10% dari populasi (wanita 15-17%), cemas 10-15% dan bunuh diri 8-50 per 100.000 orang (WHO 2002).Menurut Yuliza depresi dapat membunuh banyak orang. Contohnya saja seorang ibu yang depresi sebelum membunuh dirinya dia akan membunuh orang lain. "1 Orang depresi bisa membunuh 5 sampai 6 orang," ujarnya. (mly/ndr)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait