Laporan dari Skopje
RI-Macedonia Teken Perjanjian Bebas Visa Diplomatik dan Dinas
Selasa, 02 Okt 2007 22:29 WIB
Den Haag-Skopje - Perjanjian ditandatangani untuk semakin meningkatkan kegiatan dan memperkuat kerjasama bilateral. Selama ini hubungan kedua negara berkembang positif di fora internasional.Pemerintah Indonesia diwakili Dirjen Amerika Eropa (Amerop) Deplu Eddi Hariyadhi, sedangkan Macedonia diwakili State Secretary Kemlu Igor Ilievski."Penandatanganan persetujuan ini dimaksudkan sebagai salah satu sarana peningkatan kegiatan saling kunjung pemimpin negara dan para pejabat kedua negara dalam rangka memperkuat kerjasama bilateral di segala bidang," jelas Eddi seusai acara penandatanganan, seperti dikutip dalam siaran pers KBRI Budapest yang diterima detikcom hari ini, Selasa (2/10/2007).Penandatanganan naskah Agreement on Mutual Exemption of Visa Requirements for Holders of Diplomatic and Service Passports antara pemerintah RI dan Republik Macedonia itu berlangsung di Kementerian Luarnegeri Macedonia, Skopje, Jumat (28/9/2007) lalu.Di kesempatan sama Dubes RI untuk Hongaria merangkap Kroasia, Bosnia Herzegovina dan Macedonia Mangasi Sihombing menambahkan, bahwa penandatanganan persetujuan bebas visa dengan Macedonia tersebut dilatarbelakangi antara lain adanya keinginan kedua negara untuk menggali lebih lanjut peluang-peluang kerjasama yang dimiliki, untuk ditingkatkan pada tahapan lebih lanjut."Potensi kerjasama investasi dan perdagangan Indonesia-Macedonia saat ini masih belum menunjukkan potensi yang sebenarnya, sehingga diperlukan upaya-upaya konkrit lebih lanjut, baik pada tataran pemerintah maupun antara para pelaku dunia usaha dan investor," demikian Mangasi.Dengan ditandatanganinya persetujuan bebas visa bagi pemegang paspor diplomatik dan dinas, Indonesia dan Macedonia kini telah memiliki 3 naskah persetujuan bilateral antara lain Perjanjian Pembukaan Hubungan Diplomatik (25/5/1993) dan Persetujuan Konsultasi Politik Bilateral (7/6/2007) yang ditandatangai di sela-sela kunjungan Igor Ilevski dan delegasi dalam rangka Konsultasi Bilateral RI-Macedonia di Jakarta.Saat ini kedua negara masih membahas 2 naskah perjanjian lagi, yaitu Persetujuan Peningkatan dan Perlindungan Penanaman Modal (P4M) dan Persetujuan Penghindaran Pajak Berganda (P3B) yang diharapkan dapat ditandatangani dalam waktu yang tidak terlalu lama.Surplus Perdagangan Hubungan kedua negara selama dua tahun belakangan ini terus menunjukkan perkembangan positif, ditandai dengan kunjungan Utusan Khusus Presiden RI Dubes Nana Sutresna (2005) dan penyerahan surat kepercayaan oleh Dubes RI yang pertama untuk Republik Macedonia berkedudukan di Budapest, Mangasi Sihombing kepada Presiden Macedonia pada 13/3/2007.Selama periode tersebut, kedua negara menunjukkan kerjasama yang baik di fora internasional dengan dukungan Macedonia terhadap beberapa pencalonan RI pada badan-badan organisasi internasional. Hal yang sama juga terlihat pada neraca perdagangan bilateral, di mana pada 2006 mencapai total volume US$39,86 juta, dengan surplus di pihak Indonesia.
(es/es)











































