Sutiyoso Dilirik Matahari Merah

Sutiyoso Dilirik Matahari Merah

- detikNews
Selasa, 02 Okt 2007 20:58 WIB
Jakarta - Sepak terjang Sutiyoso memimpin DKI Jakarta selama 2 periode menarik banyak perhatian termasuk parpol. Salah satunya adalah Partai Matahari Bangsa (PMB), partai baru yang mulai mencari kandidat untuk Pilpres 2009. "Sutiyoso adalah salah satu man to watch kita," kata Ketua Umum PMB Imam Addaruqutni dalam acara buka puasa bersama di rumah makan Natrabu, Jl Agus Salim, Jakarta Pusat, Senin (2/10/2007). Imam menambahkan selain Sutiyoso ada nama lain yang masuk dalam kategori man to watch versi partai dengan logo matahari merah itu. Mereka antara lain adalah Mensesneg Hatta Rajasa, Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono X, dan Ketua PP Muhammadiyah Din Syamsuddin. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Wapres Jusuf Kalla pun juga masuk dalam bursa. Total ada 13 orang yang masuk pantauan partai yang disebut-sebut pecahan PAN itu. "Kalo SBY sama JK kan incumbent. Jadi mereka pasti maju. Itu realitas lah. Kita juga lihat-lihat," ujar Imam. Tujuan PMB, jelas Imam, adalah melakukan akselerasi generasi kepemimpinan yang baru. Pemimpin yang baru nanti haruslah segar dan bersih dari birokratisme yang kotor saat ini. "Untuk itu kita ada Jeffry Geovanie yang kemarin mau maju dalam pilkada (DKI Jakarta)," ungkapnya. Jeffry dinilai Imam sebagai sosok pemuda yang punya visi dan punya pergaulan yang luas. Imam juga melihatnya sebagai sosok alternatif yang cerdas. Deklarasi kesiapan Sutiyoso maju sebagai capres, menurut Imam, membawa hal baru di antara kesiapan jago-jago tua. Sutiyoso adalah simbol calon alternatif dan pewarna demokrasi. Namun Imam juga punya pandangan minus tentang Sutiyoso. Ia melihat deklarasi kesiapan Sutiyoso adalah bentuk demokrasi karitatif. Demokrasi karitatif adalah ketika seseorang maju dalam pesta demokrasi tanpa dukungan partai, tapi hanya berbekal anggaran alias kocek tebal. "Ini demokrasi sekaligus memprihatinkan," tutur pria yang diklaim menjadi satu-satunya ketua umum parpol yang hafal Quran. Tak sampai di situ, Imam mengatakan Sutiyoso lebih cocok memimpin di daerah perkotaan saja. Sutiyoso tidak cocok bagi masyarakat agraris. Semua nama yang berjumlah 13 orang itu nanti akan dibawa ke Rakornas PMB ke-2 pada bulan Desember 2007. Jumlah tersebut akan mengerucut hingga menjadi 5 orang. (gah/ndr)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads