Bunga dan Doa untuk Kenji Nagai
Selasa, 02 Okt 2007 16:37 WIB
Yangon - Kematian Kenji Nagai membuat dunia membuka mata lebar-lebar mengamati kerusuhan Myanmar. Jurnalis Jepang itu masih berusaha merekam aksi tentara Myanmar yang menembak dirinya sebelum menghembuskan nafas terakhir.Lokasi Nagai terkapar tak bernyawa akibat diterjang timah panas tentara di Yangon, Myanmar, dihampiri Presiden APF News Toru Yamaji. Dia didampingi dua diplomat dari Kedubes Jepang di Yangon. Demikian dilaporkan AFP, Selasa (2/10/2007).Yamaji meletakkan dua keranjang besar bunga putih di TKP. Ketiga pria yang mengenakan jas itu memegang lilin sambil memanjatkan doa. Sejumlah warga menyaksikan seremoni sederhana tersebut"Jasad Nagai menunjukkan dia ditembak dari jarak dekat dan tewas hampir seketika itu juga," kata Yamaji yang telah melihat jasad Nagai di rumah sakit.Nagai merupakan jurnalis video APF News berusia 50 tahun yang punya segudang pengalaman liputan daerah konflik. Dia menjadi orang asing pertama yang terbunuh dalam kerusuhan berdarah junta Myanmar yang menewaskan 13 orang.Wakil Menlu Jepang Mitoji Yabunaka juga telah bertolak ke Myanmar. Dia meminta penjelasan mengenai penembakan terhadap Nagai.Yabunaka juga meminta agar kamera video yang digenggam Nagai saat detik-detik kematiannya itu dikembalikan. Sementara pihak junta Myanmar menyatakan kematian Nagai terjadi karena kecelakaan.Terkait:* Jepang Cari Penembak Jurnalisnya ke Myanmar* Jurnalisnya Didor, Air Susu Jepang Dibalas Air Tuba Myanmar
(sss/ana)











































