Tim Vulkanologi: Gejala Gunung Kelud Sama Seperti 1990

Tim Vulkanologi: Gejala Gunung Kelud Sama Seperti 1990

- detikNews
Selasa, 02 Okt 2007 15:08 WIB
Kediri - Pernyataan mengejutkan dikemukakan Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Surono. Jika sebelumnya dia mengaku tidak bisa memperkirakan kapan Gunung Kelud akan meletus, kali ini dia menyebut rentang waktu 3-4 hari lagi kemungkinan Gunung Kelud akan meletus. Hal tersebut diungkapkan Surono saat berbincang santai dengan wartawan yang menemuinya di Pos Pantau Margomulyo. Surono menilai, semua gejala yang ada saat ini sama dengan yang terjadi pada letusan tahun 1990. "Semuanya menunjukan kemiripan, baik dari kegempaan, suhu danau kawah, sampai kandungan gas," kata Surono. Diingatkan Surono, Gunung Kelud memiliki tradisi yang unik, yaitu akan meletus jika aktivitas vulkaniknya menurun. Surono menjelaskan, dari kegempaan saat ini juga terus menunjukan penurunan frekuansi. Jika di awal status waspada jumlah gempa bisa mencapai 17 kali dan di awal status siaga terjadi gempa vulkanik 10 kali lebih dalam satu jam, maka frekuansi gempa saat ini terus menurun. Terakhir, pasa Senin dinihari hingga malam hanya ditemukan 6 kali gempa tremor, 4 kali tektonik, tanpa ada gempa vulkanik. Dan hingga siang ini, bahkan hanya terekam 3 kali gempa tektonik tanpa adanya gempa vulkanik maupun tremor. Untuk suhu danau kawah, Surono menyebut selalu terjadi fluktuatif. Hari ini, hingga pukul 13.45 suhu danau kawah 36,4 derajat celcius pada kedalaman 15 meter. "Unik pokoknya, dan ini seperti pada letusan tahun 1990 yang lalu. Saat itu, ketika semua aktifitas vulkanik mengalami penurunan, 3 sampai 4 hari berselang Gunung Kelud meletus," cerita Surono.Sementara berdasarkan selang waktu, Surono juga menyebut saat ini waktu yang paling tepat untuk Gunung Kelud meletus. "Sekarang berada di tengah rentang 15 hingga 30 tahunan Gunung Kelud meletus. Dalam sejarahnya, Gunung Kelud memiliki selang waktu yang pendek antara letusan yang satu dengan lainya," imbuh Surono. Namun Surono mengungkapkan, dirinya tetap tidak dapat memastikan waktu terjadinya letusan Gunung Kelud. Semua yang dikatakanya hanya melihat dari faktor kemiripan gejala dalam letusan tahun 1990 silam, padahal letusan gunung api tidak dapat hanya dilihat dari faktor sejarah letusanya. (mar/mar)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads