Penyu Sumatera Terdampar di Malaysia Gara-gara Gempa
Selasa, 02 Okt 2007 15:15 WIB
Kuala Lumpur - Kerapnya gempa mengguncang Pulau Sumatera, Indonesia rupanya membuat kehidupan penyu sisik terusik. Hewan langka yang dikenal dengan nama hawksbill turtle ini pun sampai-sampai terdampar ke Negeri Jiran.Sekitar 50 penyu sisik ditemukan penduduk lokal di pinggir pantai Kuala Tunjang, Kedah, Malaysia."Penyu-penyu itu mendarat di pantai berlumpur bersamaan dengan puing-puing seperti botol berlabel Indonesia. Dugaan kami, penyu-penyu ini dari wilayah Sumatera," kata pejabat Kedah, Sani Mohamad Isa kepada AFP, Selasa (2/10/2007).Dijelaskan dia, beberapa hari terakhir ini, cuaca berangin dan gelombang laut cukup tinggi. Sementara kondisi di Kuala Tunjang berlumpur, bukan berpasir yang menjadi tempat habitat penyu."Dalam 5-10 tahun terakhir, kita pernah melihat hanya satu dua penyu di Pulau Langkawi, tapi tidak di Kuala Tunjang. Penyu yang kita temukan di Kuala Tunjang itu sangat langka jenisnya," kata Sani.Penyu-penyu itu, tutur Sani, dilepaskan kembali ke laut. Namun dua di antaranya telah tewas. Sedangkan 4 lainnya terluka. Penyu yang terluka pun dirawat warga dan pejabat setempat, untuk kemudian dilepas ke laut setelah pulih.Pulau Sumatera, di mana Bengkulu merupakan salah satu provinsinya, terpisah dengan Selat Malaka. Pulau di sebelah barat Indonesia ini digoyang serangkaian gempa sejak gempa 7,9 SR mengguncang Bengkulu pada 12 September 2007.Badan Konservasi Dunia (World Conservation Union/WCU) tercatat telah menetapkan penyu sisik atau hawksbill turtle dan penyu belimbing atau leatherback turtle sebagai hewan yang sangat langka.
(sss/ana)











































