1.492 Gepeng dan PSK Dijaring Pemprov DKI Selama 8 Bulan

1.492 Gepeng dan PSK Dijaring Pemprov DKI Selama 8 Bulan

- detikNews
Selasa, 02 Okt 2007 14:00 WIB
Jakarta - Sebanyak 1.492 Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) diciduk Pemprov DKI Jakarta pada periode Januari-Agustus 2007. Mereka antara lain, gelandangan dan pengemis (gepeng), PSK, dan pedagang asongan.PLH Pembinaan Mental dan Sosial Pemprov DKI Asep Syarifudin mengatakan, jumlah ini menurun dari tahun-tahun sebelumnya. "Terutama pada Ramadan ini, sudah banyak terjadi pengurangan. Mungkin karena sering ada penyisiran," kata Asep di Balaikota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Selasa (2/10/2007).Selain penyisiran, lanjut Asep, PMKS menghilang karena mereka berpindah lokasi ke daerah di luar Jakarta. Rencana Perda Ketertiban Umum juga ditengarai penyebab mereka menyingkir."Bisa saja mereka menghilang dulu ke Depok, Bekasi, Tangerang, Bogor, sambil melihat-lihat kondisi," kata dia.Asep menjelaskan, PMKS yang dijaring berasal dari 10 titik rawan di DKI Jakarta, yakni UKI, perempatan Coca Cola, Fatmawati, Grogol, Tomang, Koja, Lagoan, Kuningan, Pasar Rebo, dan Harmoni. PMKS kini ditampung di penampungan Kedoya, kemudian mereka disebar ke penampungan lain yang tersedia sesuai kategori mereka."Yang punya KTP DKI akan ditampung dan dibina. Mereka yang tidak punya KTP akan dikembalikan ke daerah masing-masing dengan dana Pemprov DKI," imbuhnya.Para PMKS ini bisa dilepas dari tempat penampungan jika ada koordinator Urban Poor Consortium (UPC) yang menjamin mereka tidak kembali ke jalanan. Ada 25 penampungan PMKS di seluruh DKI Jakarta sesuai kategorinya antara lain di Kedoya, Ceger, Cipayung, Klender, Balaraja, Semper, Kebon Kosong, Kemayoran dan Cengkareng.Mereka akan dibina untuk Kelompok Usaha Bersama (Kube) antara lain tata boga, perbengkelan dan menjahit. Untuk itu, Pemprov DKI merogoh kocek Rp 42 miliar pertahun untuk membina mereka di 25 tempat penampungan itu."Paling tidak satu panti perlu Rp 1-1,5 miliar termasuk Rp 600 juta untuk Kube. Tiap panti, berbeda-beda biayanya. Dari 100 orang sekitar 85 orang tidak kembali ke jalanan," pungkasnya. (fay/umi)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads