Sutiyoso: Jangan Manjakan Pegawai
Selasa, 02 Okt 2007 13:54 WIB
Jakarta - Meski pemerintah memperpanjang cuti bersama Lebaran, banyak perusahaan yang tidak mengikuti aturan tersebut. Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso juga sepakat dengan mereka. Katanya, pegawai tidak perlu dimanjakan.Ya, perpanjangan cuti bersama dari 12-16 Oktober 2007 menjadi 12-19 Oktober 2007 tidak sepenuhnya disambut gembira. Mungkin awalnya saja. Tapi setelah dipikir-pikir, kok ya malah merepotkan.Dari jauh hari, warga Jakarta sudah mempersiapkan acara mudik mereka. Tiket transportasi sudah dibeli pulang-balik, sesuai dengan jadwal cuti bersama yang ditetapkan pemerintah sebelum direvisi. Namun dua minggu menjelang, lha kok malah keluar SKB Menteri Agama, Menaker dan Menneg PAN No 481/2006, No Kep 281/Men/VII/200, dan No SKB/03/M.PAN/2006 tentang Hari-hari Libur Nasional dan Cuti Bersama 2007.Walah, semua schedule yang sudah dibuat pun bisa berubah. Tiket balik harus diganti, kalau memang mengikuti aturan tersebut. Jika tidak, lumayan bengong-bengong di Jakarta selama 3 hari. Tapi ya itu, risiko cuti tahunan kena potong. Sungguh merepotkan.Banyak yang menyatakan kurang sreg dengan keputusan 3 menteri ini. Ada yang bilang pemerintah hanya cari populer, sementara yang lain mengatakan hanya menguntungkan PNS yang memang bukan rahasia umum suka membolos usai liburan panjang.Bang Yos, yang sebentar lagi lengser dari jabatan Gubernur DKI Jakarta juga terheran-heran dengan aturan tersebut. "Saya tidak tahu tujuannya. Menurut saya, kita tidak perlu memanjakan pegawai," katanya saat ditemui di Balaikota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (2/10/2007).Namun, jika sudah aturan, apa mau dikata. "Ya harus kita terima, tapi mungkin mereka punya alasan tertentu." katanya lagi.Apa alasannya, hari kejepit nasional? "Hari kejepit yang silakan saja," begitu ceplos Sutiyoso.
(ana/sss)











































