Turunkan Harga Obat, Menkes Punya Perpres Sapu Jagat

Turunkan Harga Obat, Menkes Punya Perpres Sapu Jagat

- detikNews
Selasa, 02 Okt 2007 13:40 WIB
Jakarta - Harga obat kian mahal? Jelas membebani masyarakat. Untuk menanganinya, pemerintah akan mengeluarkan peraturan presiden (Perpres) yang diharapkan bisa mengendalikan keberadaan obat, sehingga harganya bisa terjangkau oleh masyarakat. Hal tersebut disampaikan Menkes Siti Fadillah Supari dalam diskusi panel pengelolaan Badan Layanan Umum (BLU) di Hotel Borobudur, Jakarta, Selasa (2/10/2007). "Kita ingin membuat obat murah. Tenang, saya akan punya Perpres Sapu Jagat. Dengan Perpres itu bisa mengendalikan kestabilan obat-obat murah itu di rumah sakit. Insya Allah minggu ini atau pekan depan keluar," ujarnya.Produsen obat sekarang banyak yang enggan menyediakan obat generik yang parah sehingga rumah sakit kekurangan stok obat generik. "Dengan memanage obat ini kemahalan rumah sakit bisa berkurang 30 persen," ujarnya.Dalam perpres itu akan diatur kewenangan Menkes dalam distribusi obat di Indonesia. Nantinya, pengendalian dan pengawasan harga obat di Indonesia ada di tangan Menkes."Misalkan begini. Tiba-tiba di Indonesia tidak ada obat antibiotik, saat ini pemerintah tidak punya mekanisme bagaimana harus pengadaan untuk rakyat. Makanya, dibuat Perpres, yang akan selesai minggu ini atau minggu depan," ujarnya.Menghapus Kartel Menkeu Sri Mulyani juga menyatakan keprihatinannya mengenai industri obat di Indonesia. Dia menilai industri obat sudah dikuasai kartel dalam suatu oligopoli. "Dan dokter menyukseskan kartel itu. Dengan kartel itu, Anda bisa mengambil profit dari masyarakat miskin," ujar dia. Profesi dokter di mata masyarakat, menurut Sri Mulyani, merupakan profesi yang mulia karena memberikan layanan kesehatan. Dan masyarakat bisa membayar mahal untuk pelayanan kesehatan, bahkan masyarakat miskin pun mengeluarkan kocek dengan cara membayar dengan nyawanya."Mereka memvalue service itu sangat tinggi, dokter tahu tanpa belajar ilmu ekonomi dikombinasikan dengan kartel dia bisa hisap seluruh rent ekonomi, dinikmati oleh profit perusahaan obat dibagi sedikit dengan para dokter dengan bentuk mentraktir pergi ke seminar, makan, ngasih mobil," ujarnya.Menkeu pun menyambut baik sikap Menkes yang menurutnya punya semangat untuk membongkar kartel itu. "Saya senang ibu Menkes punya smangat untuk membongkar kartel itu," ujar dia. Kalau pengeloaan bidang kesehatan bisa sempunra, sebenarnya masyarakat mampu menjangkau layanan kesehatan tanpa subsidi sekali pun. "BLU hanya entri point kami akan membatu program menkes 100 persen," ujar dia. (ddn/asy)


Berita Terkait