Memonya Diduga Palsu, Irawady Minta Labkrim Turun Tangan

Memonya Diduga Palsu, Irawady Minta Labkrim Turun Tangan

- detikNews
Selasa, 02 Okt 2007 12:52 WIB
Jakarta - Anggota nonaktif Komisi Yudisial (KY) Irawady Joenoes minta laboratorium kriminal (labkrim) meneliti memo yang ditemukan KPK saat menggelah kantornya Jumat 28 September lalu.Irawady menduga memo yang ditulis tangan atas namanya itu palsu."Kalau ada tulisan tangan itu, maka kejadiannya menjadi sebuah dugaan pemalsuan. Kita minta KPK melakukan uji labkrim terhadap kebenaran surat itu," kata pengacara Irawady, Firman Wijaya, di Gedung KPK, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta, Selasa (2/10/2007). Firman tiba di Gedung KPK pukul 12.00 WIB untuk mendampingi kliennya, Irawady, yang baru tiba pukul 12.15 WIB.Saat tiba di Gedung KPK, Irawady mengakui memang ada memo dari dia untuk pimpinan KY yang lain."Tapi bunyinya salah. Bunyi yang benar, saya tidak bisa ikut rapat hari ini. Semua putusan pleno saya setuju saja," ujar Irawady yang mengenakan batik coklat. Menurut Irawady, tidak mungkin dia minta mark up harga tanah yang dimiliki Freddy Santoso. Sebab dari awal dia menentang harga tanah itu dinaikkan."Dari sidang pertama, saya yang menentang harga dinaikkan, tapi karena itu putusan pleno kita harus setuju," kata dia.Irawady juga menegaskan, dalam surat di sidang pleno pertama yang tidak dihadirinya, dia berpesan agar tidak boleh ke luar dari lingkaran I. "Sebab harus klir, itu yang saya setuju," kata Irawady. (umi/nrl)


Berita Terkait