Pengamat: Cuti Lebaran Ditambah, Pemerintah Cuma Cari Popularitas
Selasa, 02 Okt 2007 09:38 WIB
Jakarta - Keputusan pemerintah yang memperpanjang cuti lebaran secara mendadak dinilai hanya untuk mencari popularitas tanpa memikirkan pihak yang dirugikan."Beginilah kalau pemerintah mau cari popularitas, dengan alasan dibuat-buat. Belum tentu baik untuk semuanya," cetus pengamat Politik dan Kebijakan Publik Universitas Indonesia Prof Andrinov Chaniago, saat berbincang dengan detikcom, Selasa (2/10/2007).Menurut Andrinov, pemerintah hanya mencari terobosan baru tanpa memikirkan kebutuhan masyarakat. "Bagaimana untuk masyarakat yang butuh pelayanan pada tanggal 17 Oktober? Jangan menghapus hak masyarakat untuk mendapat pelayanan," ujar Andrinov.Andrinov menjelaskan, sebenarnya alasan pemerintah memperpanjang cuti adalah baik yaitu untuk mencegah padatnya arus balik dan membuat perekonomian bergerak dengan banyaknya orang berbelanja.Namun, imbuh Andrinov, pemerintah mengambil kebijakan terlalu ekstrem. Pemerintah seharusnya tetap pada kebijakan lamanya yakni cuti lebaran hanya sampai tanggal 16 Oktober."Yang mau cuti, silakan cuti. Yang nggak cuti tapi bolos dikenakan sanksi," saran Andrinov.Seperti diberitakan, cuti bersama lebaran yang dulunya 3 hari kini menjadi 6 hari. Cuti bersama versi pemerintah menyatakan, libur cuti bersama jatuh pada 12 - 19 Oktober. Masuk kerja kembali 22 Oktober.Diskusi libur panjang lebaran bisa Anda ikuti di detikForum!
(nik/nrl)











































