Bentrok TN-Polri
Widodo AS: Semua Kalangan Harus Tenang dan Tak Emosional
Senin, 01 Okt 2007 23:43 WIB
Jakarta - Menko Polhukam Widodo AS meminta semua kalangan tenang dan tidak emosional menanggapi bentrokan antara prajurit TNI dan Polri di Ternate, Maluku Utara. Pemerintah akan menyelesaikan masalah tersebut."Intinya kita tetap melakukan pendekatan di masing-masing satuan dari tingkat bawah hingga ke masing-masing komandannya, dengan kepala dingin dan tidak emosional," ujar Widodo AS dalam Rapat Koordinasi dengan Komisi I di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (1/10/2007).Sementara itu, Kapolri Jenderal Polisi Sutanto menegaskan, masalah kerap terjadi antara TNI-Polri selalu bisa diselesaikan secara internal melalui penindakan secara hukum."Karena itulah Polisi dipisahkan dari TNI agar bisa mandiri," ujar Sutanto.Sutanto juga menambahkan, tidak benar dengan pemisahaan TNI dan Polri menjadi akar masalah antara kedua aparat keamanan ini. Sebab, sesuai tuntutan reformasi demokrasi agar masing-masing institusi bisa menjalankan profesionalismenya dalam kehidupan berbangsa dan bernegara."Jadi tidak benar kalau polisi tidak diawasi oleh satu lembaga melainkan hanya presiden saja. Justru selama ini Polri banyak mendapat pengawasan dari berbagai pihak termasuk DPR," tandas Sutanto.Di tempat yang sama Panglima TNI Marsekal TNI Djoko Suyanto menyatakan, dirinya tidak sependapat bila persoalan kesejahteraan menjadi akar persoalan bentrokan antara prajurit TNI dan Polri. Dari penelitian yang ditemukan, bentrokan justru disebabkanpersoalan tingkat emosional prajurit yang masih muda."Berdasarkan hasil analisa yang saya rangkum sebagian besar persoalan terletak pada tingkat emoasional dari masing-masing prajurit yang memang masih muda danmudah terpancing emosinya, entah itu karena minuman keras, rebutan pacar atau saling ejek," jelas Panglima.
(nal/ken)











































