Gara-gara Sebut Banci Kaleng, Gigi Sugeng Rontok
Senin, 01 Okt 2007 16:21 WIB
Jakarta - Minggu malam hampir beralih Senin. Udara kering cukup dingin menusuk di Jl Tipar Cakung Cilincing, Jakarta Utara. Sugeng Riyadi (25) baru pulang dari tempat ia bekerja, di Bekasi. Sugeng terlihat tergesa-gesa. Saat hendak memasuki Gang Majo Bodong yang merupakan gang menuju rumahnya, langkah Sugeng terhenti. Ia dikejutkan oleh hardikan Erwin (28), preman kampung yang tengah mabok."Ada apa Bang, mau pulang nih,"ucap Sugeng mengingat sapaan itu, di RSUD Koja, Jl Jampea, Jakarta Utara, Senin, (1/10/2007).Sayang, bukan jawaban enak yang didengar Sugeng. Sebaliknya, jawaban Erwin galak. "Dia meminta uang untuk beli minum, sambil mencengkeram baju saya," tambah Sugeng. Sugeng lantas menepis. Tubuh Erwin didorong hingga terjerembab. Nampaknya, Erwin tidak menyangka ada perlawanan dari calon korban.Erwin pun bangkit. Tubuh kekar bertato itu giliran memukul Sugeng hingga babak belur. Sebab, Sugeng yang lelah bekerja kalah otot dalam "tinju gaya bebas" itu. "Saya katain dasar banci kaleng," ucap Sugeng ketika melihat Erwin terjerembab. Akibat perkataanya, Sugeng harus membayar mahal. Kondisi babak belur dan 2 gigi rontok menjadi kompensasi yang harus ditanggung. Sementara Erwin langsng dicokok oleh petugas polisi dari Polsektro Cilincing.
(Ari/nrl)











































