Irawady Joenoes:
Tanah Kramat Banyak Preman
Senin, 01 Okt 2007 15:59 WIB
Jakarta - Irawady Joenoes pernah menolak untuk menempati lahan di Jl Kramat Raya. Tersangka kasus suap itu beralasan tanah tersebut banyak preman-nya. Namun belakangan, Irawady malah yang paling getol menyetujui lokasi tanah tersebut."Irawady mengungkapkan tanah di Kramat itu tidak layak ditinjau dari segi keamanan. Di situ banyak premannya," kata Irawady yang ditirukan sumber detikcom, Senin (1/10/2007).Sumber itu juga mengungkapkan, Irawady juga diduga gencar menghubungi pemilik tanah Kramat Dirut PT Persada Sembada Freddy Santoso. Hubungan terakhir dilakukan Irawady 3 hari sebelum KY menentukan lahan di Kramat.Berikut Kronologi pengadaan tanah KY:12 Februari 2007: KY Umumkan untuk mengadakan tanah di media massa8 Mei 2007: Freddy Santoso menawarkan tanah ke KY seluas 5.720 m2 di Jl Kramat Raya No 57, Jakarta Pusat.30 Mei 2007: Rapat pleno KY yang tidak dihadiri Irawady membahas lahan alternatif lokasi tanah, yakni di Kramat dan tanah bekas Hotel Sabang Jakarta. Tanah Hotel Sabang seluas 4 ribu m2 ini dimiliki Muslim SH.29 Juni 2007: Suhardi Somomoeljono (pengacara Irawady saat ini) menawarkan tanahnya di Terusan Rasuna Said, Jakarta.4 Juli 2007: KY gelar rapat pleno. Saat rapat ini, Irawady menyatakan tanah Kramat tidak aman karena banyak preman.25 Juli 2007: Rapat pleno bahas lokasi alternatif, yakni ada 3 di kramat Raya, Sabang, dan Kebon sirih.22 Agustus 2007: Pilihan KY mengerucut pada 2 lokasi di Sabang dan Kramat.25 Agustus 2007: Ada permintaan nomor telepon Irawady oleh Freddy Santoso kepada pihak Sekjen KY.28 Agustus 2007: Rapat pleno KY untuk memilih tanah Kramat dengan harga Rp 46,99 miliar.17 september 2007: KY tanda tangani akta notaris tanah Kramat.18 September 2007: KY bayar tanah Freddy Santoso26 September 2007: Irawady ditangkap tangan di Panglima Polim
(ary/asy)











































