Jalur Mudik Pantura
Lempar Uang di Jembatan Sewu
Senin, 01 Okt 2007 13:38 WIB
Indramayu - Jika anda melintasi Pantura, ada sebuah jembatan tepat di perbatasan wilayah Subang dan Indramayu. Banyak orang berjajar di sepanjang jembatan. Mereka menunggu Anda melempar uang. Lho?Jembatan ini disebut Jembatan Kali Sewu yang merupakan perbatasan Kabupaten Subang dan Kabupaten Indramayu. Sudah menjadi kebiasaan bagi pengemudi yang tahu, untuk melempar uang receh sekadarnya saat melintasi jembatan.Ada semacam kepercayaan setempat, melempar uang di Jembatan Sewu akan membawa berkah. "Kalau lempar uang, nanti usahanya lancar," kata Iyas (30) kepada detikcom akhir pekan kemarin. Pantauan detikcom, ada sekitar 30 orang yang menyebar di sepanjang jembatan yang memiliki 4 lajur ini. Ada yang sudah tua, tapi banyak juga anak-anak. Mereka tidak mempedulikan terik matahari yang membakar kulit. Mereka hanya mengumpulkan ranting kayu yang dipasang di tiang jembatan untuk menjadi peneduh sekadarnya.Jika ada kendaraan lewat, mereka mengambil ancang-ancang. Saat uang dilemparkan dari kendaraan, mereka pun berebutan memunguti uang yang berjatuhan di aspal. Seringkali mereka berhamburan ke tengah jalan dengan tiba-tiba dan ini bisa membahayakan keselamatan mereka sendiri.Tiiiiiin! Pengemudi yang kaget dengan ulah mereka kerap memencet klakson. Namun mereka biasanya malah asyik memunguti uang. Agar lebih mudah, mereka juga mengumpulkan ranting-ranting untuk dijadikan semacam sapu. "Lumayan, sehari bisa dapat Rp 20.000, cukup untuk makan," lanjut Iyas.Menurut dia, tidak hanya mobil pribadi. Pengemudi truk, bus dan motor juga sering melemparkan uang. Uang yang dilempar pun mulai dari recehan sampai puluhan ribu. "Pernah Mas, ada yang lempar uang Rp 100.000," kata pria kurus ini bersemangat, diiyakan oleh teman-temannya.Iyas dan teman-temannya tidak tahu apa yang menjadi awal mereka melakukan ini. Yang jelas kebiasaan ini sudah berlangsung sejak mereka kecil atau puluhan tahun silam. Detikcom kemudian mencari Sangip (35) yang paling tua di antara mereka."Ini awalnya dari dongeng setempat tentang Saida dan Saini. Mereka kakak beradik yang hidup rukun. Mereka meninggal di Kali Sewu namun jenazah mereka menghilang secara gaib," tutur Sangip.Penduduk yang percaya dengan kesaktian kakak beradik ini melempar uang untuk meminta berkah mereka. Sangip juga sudah mendengar cerita ini sejak dia kecil, namun dia pun tidak ingat detil dongeng itu, kenapa kakak beradik ini meninggal dan pada usia berapa.Terserah anda percaya atau tidak dengan cerita ini. Tapi hitung-hitung beramal, bolehlah anda melempar uang receh saat melintas di Jembatan Sewu.
(fay/asy)











































