Klaim Lagu Rasa Sayange Dikecam di DPR, Malaysia Keterlaluan
Senin, 01 Okt 2007 11:44 WIB
Jakarta -
Tidak hanya publik Indonesia saja yang mengecam perebutan lagu Rasa Sayange oleh pemerintah Malaysia. Anggota DPR pun tidak mau ketinggalan. Malaysia dianggap sudah keterlaluan.Padahal lagu itu sudah populer di Indonesia sejak puluhan tahun silam.Wakil Ketua MPR AM Fatwa misalnya, mengaku lagu itu sudah dikenalnya sejak tahun 1955-an ketika dia bergabung dengan pandu Islam di Sulawesi Selatan.Karena itu, jika ada negara yang mengklaim lagu tersebut punya mereka, pemerintah Indonesia perlu mempertanyakannya.Agar tidak berlarut-larut, pemerintah diminta membentuk tim investigasi untuk mencari tahu pencipta lagu tersebut dan mempatenkannya agar tidak dijiplak negara lain."Apa yang dilakukan Malaysia itu tidak etis, tidak elegan. Saya juga pernah nyanyi itu saat saya di pandu Islam, tahun 1955 di Sulawesi dan Sumbawa. Pemerintah harus konsolidasi untuk mengecek siapa penciptanya, karena lagu itu cukup populer," beber Fatwa di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (1/30/2007).Politisi PAN ini meminta pemerintah segera mengklarifikasi masalah ini ke pemerintah Malaysia. Jika dari klarifikasi ditemukan upaya untuk merebut lagu itu sebagai lagu Malaysia, pemerintah harus memprotesnya."Setelah klarifikasi, baru ambil tindakan, protes atau yang lain," ujarnya.Sementara anggota FKB Nursjahbani Katjasungkana menilai Malaysia sudah di luar batas sebagai negara tetangga. Meski sederhana, tapi pengklaiman itu sangat tidak simpatik dan tidak bersahabat."Malaysia itu memang kurang ajar. Tidak hanya soal itu, tapi juga soal TKI dan soal perbatasan. Pemerintah harus tegas, tidak bisa diam kalau begini," cetus dia seraya menambahkan, lagu itu sudah dikenalnya sejak kecil.Anda memiliki informasi penting mengenai lagu ini? Silakan bergabung dalam diskusi di DetikForum.
(umi/sss)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































