Tak Populer, Bang Yos Harus Rancang Strategi Komunikasi Kuat
Senin, 01 Okt 2007 11:02 WIB
Jakarta -
Niat Gubernur Jakarta Sutiyoso maju dalam Pilpres 2009 tidak bisa ditawar-tawar lagi. Sayang Bang Yos dinilai hanya populer di tingkat lokal. Supaya bisa populer, Bang Yos harus menjalankan marketing politiknya dengan baik."Bang Yos hanya dikenal sebagai gubernur DKI. Jadi publik nasional belum pernah melihat dia sebagai pimpinan nasional. Popularitasnya masih rendah. Jadi, mau tidak mau, dia harus merancang strategi komunikasi politiknya dengan baik," tutur peneliti Lembaga Survei Indonesia (LSI) Isra Ramli kepada detikcom, Senin (1/10/2007).Setelah itu, Bang Yos baru bisa memperkenalkan perbedaan dia dengan figur lain, dan kenapa dia harus dipilih.Sebab di Indonesia yang berkembang adalah model politik elektoral, di mana seorang calon harus dikenal dulu sebelum dipilih."Yang dikenal itu yang model selebritis, frekuensi pemberitaannya tinggi, penguasa atau pengusaha. Sedangkan pejabat seperti Bang Yos, popularitasnya dibatasi pada wilayah," ujar dia.Jadi, imbuh dia, Bang Yos tidak punya cara lain selain memperkuat strategi komunikasi politiknya. Dia bisa mempopulerkan diri dengan sering tampil di acara-acara kemanusian, misalnya. Sebab deklarasi politik yang akan dicanangkan Bang Yos, sudah menunjukkan dia ingin menyampaikan pesan secara lebih kuat untuk ikut dalam kancah Pilpres 2009 nanti.Bang Yos juga harus membangun aliansi dengan parpol yang bersedia mendukung pemerintahan dia nanti, tidak semata-mata sebatas pertemanan lagi. Parpol-parpol ini bisa menjadi kendaraan politiknya. "Jadi dia tidak perlu lagi bikin partai, hanya bikin capai, karena dia harus mengenalkan dan membesarkan partainya. Beda dengan SBY dulu yang sudah populer. Dia bisa jadi ketua ormas atau organisasi kemanusiaan," ujar Isra.Untuk persaingan sekelas capres atau cawapres, imbuh Isra, waktu dua tahun dianggap cukup memadai bagi Bang Yos dan timnya bekerja keras mempopulerkan diri."Asal resource-nya kuat sekali, tiada hari tanpa sosialisasi, dukungan media dan partai, dia bisa populer," ujar Isra.
(umi/nrl)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































