Aroma Mistik di Sidang Syaukani, Ki Gendeng Siap Menyantet
Senin, 01 Okt 2007 10:15 WIB
Jakarta - Usaha Bupati Kutai Kartanegara Syaukani HR untuk lolos dari jeratan hukum bukan hanya dengan mengerahkan puluhan pengacara. Setiap sidang Syaukani digelar, selalu hadir berbagai paranormal di antaranya Ki Gendeng Pamungkas."Setiap saksi yang memberatkan, akan gue santet. Kena stroke, lalu meninggal," ancam Ki Gendeng Pamungkas ditemui sebelum sidang Syaukani digelar di Pengadilan Tipikor, Gedung Uppindo, Jl HR Rasuna Said, Jakarta, Senin (1/10/2007).Ki Gendeng mengaku sudah hadir di Gedung Uppindo sejak subuh. Paranormal yang pernah mengancam menyantet Presiden AS George Bush saat berkunjung ke Bogor tahun lalu itu sudah melakukan ritual-ritual tertentu di ruang yang menentukan nasib banyak koruptor itu."Gue dari subuh sudah di sini. Nanti selesai sidang ada upacara penutup pula," kata Ki Gendeng.Memang begitu masuk lantai 1 Gedung Uppindo, tempat persidangan biasa digelar, terasa aura yang lain dari persidangan kasus korupsi lainnya. Terhirup bau hio atau dupa di ruang ber-AC itu.Untuk persidangan kali ini, Ki Gendeng mengaku sudah menyiapkan ramuan khusus. "Ada air bekas cucian orang gila tertabrak, otak bayi yang sengaja digugurin ular hitam dan darah gue sendiri," kata Ki Gendeng.Persidangan bupati dari kabupaten terkaya di Indonesia ini, menurut Ki Gendeng, bukan hanya pertempuran jaksa melawan barisan pengacara, tapi antar paranormal. Ternyata barisan paranormal yang hadir di sidang bukan hanya mendukung Syaukani, tapi juga ada yang kontra Syaukani."Jelas, ada pertarungan di dalam sini," kata Ki Gendeng.Jadi jelas, tak hanya Ki Gendeng saja yang merupakan paranormal dalam persidangan yang dipimpin ketua majelis hakim Kresna Menon itu. Setidaknya lebih dari 5 orang paranormal berada dalam ruangan berukuran 15 x 15 meter itu.Dalam pantauan detikcom, terlihat ada bapak berkumis tebal bak Pak Raden, kemudian seorang yang membawa tongkat, kemudian seorang yang berambut gimbal tapi mengenakan baju lurik."Teman saya ada 4," ujar Ki Gendeng mengacungkan 4 jarinya.
(aba/nrl)











































