Calon Anggota KPU
Masalah Kesehatan Ridwan Max Sijabat dan Nasruddin Harahap
Senin, 01 Okt 2007 06:32 WIB
Jakarta - Kesehatan menjadi faktor penting dalam menjalankan tugas di KPU. Oleh karena itulah perlu pengecekan dan pemeriksaan lengkap kesehatan tiap-tiap calon anggota KPU.Ada 2 orang yang menurut rekam jejak JPS-CPP yang harus ditanyakan lebih langjut soal kesehatannya. Dalam rilis yang diterima detikcom, Minggu (30/9/2007), kedua orang itu adalah Ridwan Max Sijabat dan Nasruddin Harahap.Ridwan Max Sijabat mempunyai latar belakang S1 di Universitas Sanata Dharma jurusan Sosiologi Pendidikan, Yogyakarta. Walau tidak mempunyai latar belakang ilmu politik, namun Ridwan ditengarai paham soal politik dan pemilu karena sudah menggeluti profesi wartawan politik sejak tahun 1999. Hanya saja berdasarkan pemeriksaan kesehatan yang dilakukan oleh RS Omni Medical Centre, kesehatan Ridwan ternyata dikategorikan kurang. Hal ini terasa mengganjal karena masa persiapan KPU untuk menyelenggarakan Pemilu 2009 sangat sempit sehingga beban kerja KPU pasti akan sangat berat, maka anggota KPU juga harus memiliki kesehatan yang prima.Persoalan serupa juga hinggap pada Nasruddin Harahap. Pria yang masih aktif sebagai staf pengajar di Universitas Islam Negeri (UIN) Yogyakarta ini juga aktif di bidang politik praktis. Doktor di bidang geografi manusia ini menjadi anggota DPRD Tk I DIY tahun 1997-1999 dari Partai Golkar. Dia juga tercatat sebagai anggota Panwaslak Pemilu 1997 Dati I DIY dari unsur Golongan Karya.Surat keterangan kesehatan calon hanya berdasarkan surat keterangan dokter tanpa pemeriksaan lengkap sebagaimana dipersyaratkan. Selain itu Nasruddin yang kini berusia 62 tahun diragukan dapat tampil prima mengatasi cepat dan padatnya jadwal KPU.Temuan lain yang tidak kalah menghebohkan dari JPS-CPP, Nasruddin diduga pernah melakukan pelecehan seksual terhadap mahasiswi yang sedang dibimbingnya. Informasi ini diperoleh dari kolega dan satu atasan calon di UIN.
(gah/gah)











































