Calon Anggota KPU, Selangkah Lagi!

Calon Anggota KPU, Selangkah Lagi!

- detikNews
Senin, 01 Okt 2007 03:40 WIB
Jakarta - Para calon anggota KPU akan memasuki tahapan krusial yaitu tahapan Fit and Proper Test yang akan dilakoni di Komisi II DPR RI. Lewat mekanisme inilah nantinya 7 orang akan terpilih menjadi anggota KPU yang bertanggung jawab atas pesta demokrasi Pemilu 2009 mendatang.Pada tanggal 1-3 Oktober Komisi II DPR akan marathon menguji 21 calon anggota KPU yang telah lolos berbagai macam proses seleksi yang melelahkan. Mereka adalah Abdul Aziz berasal (Jawa Barat), Abdul Hafiz Anshary (Banjarmasin), Achmad Herry (Bekasi), Andi Nurpati (Bandar Lampung), Dyah Arum Muninggar (Kabupaten Bogor), Elvyani NH Gaffar (Kaltim), Endang Sulastri (Ciputat), Hamdan Rasyid (Jakarta Selatan), I Gusti Putu Artha (Denpasar).Selanjutnya, Laurel Heydir (Jakarta Timur), M Jafar (Banda Aceh), Mossadeq Bahri (Depok), Nasruddin Harahap (Yogyakarta), Ridwan Max Sijabat (Jakarta Pusat), Roba`i Hamid (Jawa Timur), Saut Hamonangan Sirait (Jakarta Timur), Sri Nuryanti (Jakarta Selatan), Syamsul Bahri (Jawa Timur), Theofilus Waimuri (Tangerang), Toemin A Masoem (Jakarta Selatan), Zulfadli (Depok).Calon anggota KPU pada awalnya berjumlah 260 orang sebelum akhirnya susut menjadi 45 setelah melalui tes tertulis. Jumlah ini kemudian berkurang menjadi 21 orang lewat tahapan proses wawancara yang digelar oleh pansel KPU.Proses menuju anggota KPU bukanlah tanpa gunjang-ganjing. Pada proses seleksi awal banyak pihak yang mempertanyakan kebijakan penggunaan tes psikologi yang mengukur integritas, kesetiaan negara, kesehatan mental, dan intelijensia daripada tes penguasaan undang-undang (UU).Pansel tetap bersikukuh proses yang digelarnya sudah tepat dengan beralasan pihaknya tidak ingin mendapat calon yang mempunyai tingkat intelijensi di bawah rata-rata. Tidak berhenti sampai di sini, pansel melakukan terobosan proses seleksi dengan mengajak calon anggota KPU jalan-jalan ke tempat tertentu seperti pasar, pusat keramaian, maupun Jakarta Islamic Center.Kontan tanda tanya besar tentang metode seleksi yang digunakan pansel KPU mengalir dari masyarakat. Pansel melakukan pembelaan dengan menyatakan jalan-jalan hanyalah salah satu instrumen seleksi selain wawancara dan diskusi mengenai pemilu.Proses seleksi berlanjut hingga keluar 21 nama. Permasalahan pun berlanjut setelah Jaringan Pemantau Seleksi Calon Penyelenggara Pemilu (JPS-CPP) mengklaim 12 dari 21 calon cacat administratif.Diantara mereka ada yang bermasalah pada prosedur pemeriksaan kesehatan. Ada yang tidak memeriksakan kesehatannya di rumah sakit rujukan resmi pansel, RSCM, tapi justru di tempat lain.Selain itu ada juga orang-orang yang digadang-gadang masih dan pernah terlibat di parpol. Kandidat lLainnya tidak mau mundur dari jabatan struktural seperti dosen di sebuah PTN.Anggota Komisi II DPR yang melakukan fit and proper test tidak mau tinggal diam atas segala gunjang-ganjing ini. Terhadap calon-calon yang diduga bermasalah pada administrasinya diberi perhatian khusus. Bahkan salah satu calon anggota Theofilus Waimuri diajukan tesnya menjadi hari pertama, seharusnya dia tes hari ke-3, untuk menanyakan soal kabar yang menyebutkan dia pernah menjadi caleg dari daerah pemilihan Papua dengan nomor urut lima. Dari data milik KPU, Theo mendapatkan suara cukup banyak, yakni 1.186 suara.Terlepas dari semua permasalahan itu, sesuai jadwal mulai hari ini Komisi II DPR RI selama 3 hari akan melakukan uji kelayakan dan kepatutan atau fit and proper test terhadap 21 calon anggota KPU. DPR lalu akan memeringkat berdasarkan hasil tes dan nomor 1 sampai 7 secara otomatis menjadi calon yang akan disahkan keanggotaannya oleh Presiden SBY.Masa depan kesuksesan Pemilu 2009 kini terletak di pundak anggota Komisi II. Jadi bagi anggota Komisi II kita bisa ucapkan selamat bertugas, sedangkan bagi para kandidat kita ucapkan 'selangkah lagi'. (gah/gah)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads