Wartawan Denpasar Demo Kecam Kekerasan Junta Myanmar

Wartawan Denpasar Demo Kecam Kekerasan Junta Myanmar

- detikNews
Minggu, 30 Sep 2007 17:20 WIB
Jakarta - Sekitar 50 orang yang tergabung dalam Solidaritas Kemanusiaan untuk Myanmar berunjuk rasa menentang aksi kekerasan junta militer Myanmar. Aksi ini dikuti oleh berbagai organisasi, antara lain Perhimpunan Bantuan Hukum Indonesia (PBHI) Bali, Aliansi jurnalis Indonesia (AJI) Denpasar, Ikatan Jurnalis televisi Indonesia (IJTI) Bali, dan mahasiswa Universitas Udayana. Aksi itu digelar di jalan Sudirman, Denpasar, Minggu (30/9/2007). Para demonstran yang sebagian mengenakan baju merah menggelar aksi long march dari kampus Universitas Udayana menuju perempatan Jalan Sudirman. Mereka membawa poster yang mengecam aksi kekerasan junta militer Myanmar. Poster tersebut bertuliskan, "Stop Junta Militer Myanmar", "Arogansi Militer Membunuh Demokrasi", "Dont Shoot The Journalist., Koordinator aksi Wayan Suardana dalam orasinya menuntut agar kekerasan di Myanmar dihentikan. Ia pun mendesak Indonesia sebagai negara besar di ASEAN mempelopori perdamaian di Myanmar. "Persoalan Myanmar tidak lagi persoalan dalam negeri melainkan menjadi persoalan dunia," katanya. Wakil AJi Denpasar Muhammad Ridwan menyatakan tewasnya seorang wartawan Jepang saat bertugas di Myanmar adalah menghalangi kebebasan pers. "Jika kebebasan maka suara rakyat akan menghilang," ujarnya. (rmd/nrl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads