'Pernahkah Kau Bertanya, Mengapa Bumi Terus Berputar...'
Minggu, 30 Sep 2007 13:10 WIB
Jakarta - Pernahkah kau bertanya, mengapa bumi terus berputarPernahkah kau bertanya, mengapa matahari terus bersinarSiang berganti malam, bersama bintang dan rembulanKeagungan alam, kehendak-Mu TuhanKeagungan alam, kuasa-Mu TuhanKubersyukur pada-Mu TuhanKubermohon pada-Mu Tuhan........Teks di atas merupakan lirik berjudul Karunia Tuhan. Penulis lagu tersebut tak tanggung-tanggung: Presiden SBY."Lagu ini saya ciptakan spontan di New York kemarin, pada sebuah malam di sela-sela kesibukan mengikuti sidang-sidang PBB. Biasanya saya membutuhkan 2-3 hari untuk mematangkan sebuah lagu," ujar SBY.SBY memberikan pengantar itu di atas pesawat kepresidenan Airbus 33-341 milik Garuda di atas langit Vancouver-Tokyo, dalam perjalanan pulang ke Jakarta pada Jumat (26/9/2007) siang lalu sebagaimana dilansir presidensby.info.SBY lalu mengambil gitar dan mendendangkan lagu itu. Orang-orang yang ada di sekitarnya -- Aburizal Bakrie, Sudi Silalahi, Ali Alatas, Andi Mallarangeng dan anggota DPR -- diajaknya turut menyanyi.SBY memang gemar menciptakan lagu, juga membuat puisi. "Setiap lagu saya pasti ada pesannya. Saya mengajak orang untuk menghayati, entah tentang karunia Tuhan, keindahan, kasih sayang, kehidupan, dan lain-lain," SBY bercerita.Hal-hal yang berkaitan dengan seni suara, SBY memang jagonya. Bakat menyanyinya dikenal publik luas pada Pilpres 2004 lalu. Ke mana pun SBY berkampanye selalu lagu grup Jamrud berjudul 'Pelangi di Matamu'. Ada pelangi di bola matamudan memaksa diri tuk bilangaku sayang padamuLagu lain yang pernah dinyanyikan SBY adalah lagu milik Ebiet G Ade yang berjudul 'Untuk Kita Renungkan'. Lagu ini dinyanyikan SBY bersama Ebiet pada Mei lalu. Agerah dan bencana adalah kehendak-NyaKita mesti tabah menjalaniHanya cambuk kecil agar kita sadar, adalah Dia di atas segalanyaSBY tampaknya juga 'kolektor' lagu. Pada 10 Agustus lalu saat di Semarang, dia disambut lagu berjudul "Gemar Membaca". SBY terkesan pada lagu itu dan minta dikirimi liriknya. "Saya ingin menyanyikannya," begitu alasan SBY.Tak cuma sebagai the thinking general, tampaknya sejarah juga akan mengenang SBY sebagai the singing general...
(nrl/aba)











































