Suami TKI Korban Gamparan Polisi Arab Tolak Beri Maaf
Sabtu, 29 Sep 2007 16:32 WIB
Jakarta - Hamid, suami Tarwiyah, salah satu TKI yang digampar 7 polisi Arab Saudi hingga tewas, tidak akan memaafkan pelaku. Meskipun pelaku sudah berkali-kali mengontak Hamid untuk meminta maaf."Nggak akan dimaafkan karena tidak manusiawi," cetus Hamid di ruang tunggu TKI, Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Sabtu (29/9/2007).Awalnya Hamid mengaku bisa bernapas lega. Namun dirinya kini mengaku khawatir dengan masa depan anaknya."Perasaan saya benar-benar sakit, menyesal, terutama kehilangan masa depan anak saya," kata Hamid.Hamid mengaku selama 5 bulan berhubungan via telepon, Tarwiyah tidak pernah mengeluhkan pekerjaannya. Sehinggga tidak ada perasaan yang mencurigakan."Dia kan kerja sudah 9 bulan. 5 Bulan kita berhubungan, 4 bulan terakhir sudah nggak, tapi tidak ada keluhan apa-apa, cuma mau kasih tahu kalau mau kasih gaji," kata pria yang sudah menikah dengan Tarmiyah selama 11 tahun itu.Sejak diketahui Tarwiyah meninggal, Hamid mengaku selalu melakukan tahlilan di rumahnya.Hamid mengetahui istrinya meninggal saat dihubungi pihak KBRI Arab Saudi Pada 4 Agustus 2007. Kemudian pada 8 Agustus 2007, Hamid yang tinggal di Ngawi, Jawa Timur itu, tancap gas ke Jakarta dan bermukim di kantor Migrant Care.Hingga pukul 16.20 WIB, Hamid yang hanya datang sendiri, masih menunggu jenasah istrinya serta jenasah Susmiyati yang dijadwalkan tiba pukul 15.53 WIB.
(nik/sss)











































