Keluarga 2 TKI Korban Gamparan Polisi Arab Diminta Jangan Damai
Sabtu, 29 Sep 2007 15:39 WIB
Tangerang -
Keluarga Siti Tarwiyah dan Susmiyati diminta jangan mau menerima uang damai jika ditawarkan pelaku pembunuhan dua TKI itu. Meskipun tawarannya misalnya sampai Rp 100 miliar!"Jangan mau. Kalau mereka menawarkan uang, jangan diterima. Kita yang akan kasih. Kalau mau, jangan murahan. Misalnya ditawari Rp 100 miliar, ya jangan dimaafkan karena uang itu," kata Kepala Badan Nasional dan Penempatan TKI M Jumhur Hidayat.Hal itu dikatakannya saat menanti kedatangan jenasah Siti Tarwiyah dan Susmiyati di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Sabtu (29/9/2007).Menurut Jumhur, jika 7 polisi Arab Saudi pelaku pemukulan dua TKI tersebut dimaafkan, maka mereka akan terbebas dari hukum qisas yang berlaku di sana. Namun dia menyerahkan semuanya kepada keluarga."Terserah mau pilih yang mana. Tapi saya minta ke suami korban, jangan memaafkan," ujar Jumhur.Hingga pukul 15.40 WIB, ruang tunggu TKI di Terminal 2D Bandara Soekarno-Hatta sudah dihadiri oleh pihak Departemen Luar Negeri dan keluarga korban. Rencananya, kedua jenazah akan tiba pukul 15.53 WIB. Deplu akan menyerahkan kedua jenazah kepada keluarganya.Setelah itu, keluarga korban akan membawa jenazah ke kampung. Jenazah Susmiyati akan diterbangkan ke Pati, Jawa Tengah. Sementara jenazah Siti Tarwiyah akan diterbangkan ke Ngawi, Jawa Timur. Kedua TKI ini tewas sekitar 2 bulan yang lalu.
(ana/sss)










































