Myanmar Berdarah, Pemimpin Junta Ungsikan Keluarga ke Laos
Sabtu, 29 Sep 2007 13:40 WIB
Yangon - Kerusuhan antara demonstran yang dipimpin biksu dengan tentara Myanmar terus terjadi. Pemimpin junta Jenderal Senior Than Shwe dikabarkan mengungsikan keluarganya ke Laos dengan pesawat carter.Pesawat yang dimiliki konglomerat Myanmar Tayza mendarat di Vientianet pada Kamis 27 September 2007 waktu setempat. Diperkirakan pesawat itu ditumpangi oleh 8 orang, yang salah satunya adalah istri Jenderal Than Shwe.Rumor ini tersebar luas di Myanmar. Kabarnya, Jenderal Than Shwe mengungsikan keluarganya setelah ada perpecahan dalam kubu junta yang sudah berkuasa sejak tahun 1962. Demikian seperti diberitakan Merinews online yang dilansir nationmultimedia.com, Sabtu (29/9/2007).Masih MencekamSuasana di kota Yangon juga masih mencekam. Pada Jumat 28 September 2007, warga masih terus melakukan unjuk rasa. Bunyi dar der dor masih kerap terdengar. Bahkan beberapa saksi mata mengatakan pada BBC bahwa masih ada korban nyawa.Warga dunia masih belum mengetahui jumlah korban kekerasan junta Myanmar. Saat ini yang terdengar hanya 9 orang saja. Namun jumlah itu masih simpang siur, mengingat akses informasi dari negeri tiran tersebut sudah tertutup. Media tak berdaya, informasi dari para netter juga sudah tertutup, mengingat pemerintah Myanmar telah memutus jaringan internet.
(ana/sss)











































