Bungkusan Diduga Bom, Warga di Pasar Sentral Heboh
Jumat, 28 Sep 2007 19:10 WIB
Makassar - Warga yang sedang asyik berbelanja di Pasar Sentral, Makassar tiba-tiba dihebohkan dengan adanya bungkusan yang diduga bom, Jumat (28/09/2007) sore. Ada warga yang menghindar, adapula yang berkerumun di pos polisi hendak melihatnya.Bungkusan ini awalnya dibawa oleh Amir Kadir, seorang tukang becak. Ia yang biasanya mangkal di Jl Wahid Hasyim, tiba-tiba didatangi seorang pemuda. Pemuda itu lalu memberikan bungkusan yang dibungkus dengan dus dan meminta Amir untuk mengantarnya ke sebuah kios di Pasar Butung, blok K No 3, yang berjarak sekitar 300 meter dari Pasar Sentral, Makassar.Tanpa banyak tanya, Amir pun langsung mengantarnya. "Saya dikasih duit Rp 10 ribu, sebagai ongkos antar," tutur Amir. Saat mengantar ke alamat yang dituju, ternyata alamat itu fiktif. Amir pun langsung kembali ke Jl Wahid Hasyim untuk mencari si pemuda yang menyuruhnya. Ternyata, orang itu sudah tak didapatinya.Karena penasaran, Amir pun membuka bungkusan. Namun Amir kaget, karena barang dalam bungkusan itu membuatnya curiga. "Banyak kabelnya, terus ada beberapa botol Aqua, yang d idalamnya bensin, saya curiga itu bom rakitan," kata Amir.Dalam bungkusan itu juga didapati selembar kertas yang berisi kata-kata ancaman dalam dialek makassar "Janganko coba melawan. Jadi mundurko".Amir pun langsung menuju pos polisi yang berada di Pasar Sentral. Saat melaporkan itu, warga yang sedang asyik berbelanja menjelang buka puasa, langsung heboh. Mereka bergerombol di Pos Polisi untuk melihat benda itu.Hingga saat ini, benda itu dibawa ke Mapolwiltabes Makassar untuk diperiksa. Dari pemeriksaan polisi, dus itu hanya berupa kabel dan 4 botol yang berisi bensin.
(gun/asy)











































