PT KA Waspadai 63 Titik Rawan Banjir, Longsor, dan Lempar Batu
Jumat, 28 Sep 2007 16:02 WIB
Jakarta - Menjelang mudik lebaran, PT KA mewaspadai 63 titik rawan banjir, longsor dan pelemparan batu."Ada 26 titik rawan banjir dan longsor serta 37 titik rawan pelemparan," ujar Dirjen Perkeretaapian Dephub Soemino Eko Saputro dalan jumpa pers di Gedung Dephub, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Jumat (28/9/2007).Menurut Soemino, untuk titik rawan banjir dan longsor antara lain terletak di daerah Cirebon, Semarang, Purwokerto, dan Jember.Sedangkan untuk pelemparan batu, imbuh Soemino, lokasinya mulai dari Jabodetabek, Bandung, Cirebon, Semarang, Purwokerto, Yogyakarta, Madiun, Surabaya dan Jember.Selain itu, lanjut Soemino, pihaknya menempatkan cadangan alat kerja dengan tujuan agar bila terjadi longsor dapat cepat diambil keputusan secepatnya."32 Inspektur dari Ditjen sudah diturunkan semua untuk memeriksa kelayakan sarana dan prasarana perkeretaapian," kata Soemino.Untuk mengontrol jalur rawan longsor, petugas pemeriksa jalan rel dan intensitas pemeriksaannya dari 2x sehari menjadi 4x sehari.Sedangkan untuk mengantisipasi titik rawan pelemparan batu, Dephub akan berkoordinasi dengan kepala daerah dan kepolisian di daerah."Akan kita kerahkan seluruh potensi yang ada untuk mengantisipasi angkutan lebaran bukan hanya kereta api. Termasuk bagian mengatasi gangguan pelemparan, kewajiban Pemda dan kepolisian untuk membantu kita supaya pelemparan dapat diredam," beber Soemino.
(nik/nrl)











































