Anggota Komisi II Walk Out Jika Theofillius Dites
Jumat, 28 Sep 2007 14:43 WIB
Jakarta - Meski fit and proper test calon anggota KPU belum dimulai, penolakan dan ancaman walk out sudah disuarakan anggota Komisi II. Penolakan muncul seiring masuknya Theofillius Waimuri sebagai calon.Theofillius tercatat pernah menjadi caleg dari Partai Demokrat pada tahun 2004 lalu."Lolosnya Theofillius sangat disesalkan mengingat dia pernah jadi caleg nomor urut 5 dapil Papua. Ini bertentangan dengan UU, di mana calon anggota KPU tidak pernah jadi anggota parpol selama 5 tahun terakhir," beber anggota Komisi II DPR dari FPAN Andi Juliani Paris.Karena itu, Juliani mengancam akan melakukan walk out, jika uji kepatutan dan kelayakan itu tetap digelar. Ancaman itu juga disampaikannya dalam selebaran yang dibagikan kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (28/9/2007). "Saya akan walk out ketika Komisi II melakukan fit and proper test terhadap Theofillius, karena tidak memenuhi syarat sebagai anggota KPU," tegasnya.Menurut Juliani, berdasarkan data di Komisi II, Theofillius tidak membuat pernyataan di formulir 5A tentang posisinya sebagai bagian dari parpol tertentu.Dia justru menulis pernyataan dalam formulir 5B yang dikeluarkan DPP Partai Golkar DKI bahwa dia bukan anggota Partai Golkar.Merujuk pada UU 12 tahun 2003, caleg merupakan anggota parpol peserta pemilu yang dibuktikan dengan kartu tanda anggota. Data yang disampaikan Theofillius, kata dia, mengindikasikan ketidakjujuran seorang calon anggota KPU dalam memberikan informasi yang sebenar-benarnya kepada publik."Seharusnya dia mengisi formulir 5A, karena dia pernah menjadi caleg Partai Demokrat. Tapi itu tidak dia lakukan. Berarti dia tidak pernah mengatakan keadaan dirinya yang sebenarnya saat mencalonkan diri. Ini mengindikasikan ketidakjujuran," cetus Juliani.Hingga kini Komisi II DPR masih menggodok mekanisme fit and proper test terhadap 21 nama calon anggota KPU. Theofillius akan dijadwalkan di hari pertama karena dia dianggap calon kontroversial, meski ditilik dari abjad namanya, dia harusnya mendapat giliran hari terakhir.
(umi/nrl)











































