Kampung Pedongkelan Diisukan Disulap Jadi Mal
Jumat, 28 Sep 2007 11:50 WIB
Jakarta - Penyebab kebakaran di perkampungan kumuh di Pedongkelan, Jakarta Timur, masih simpang siur. Aneka isu juga terdengar bahwa wilayah perumahan liar itu akan disulap menjadi pusat perbelanjaan seperti yang ada di kanan kiri 'tanah merah' itu."Iya mau dibangun semacam Cempaka Mas. Isunya seperti itu," ujar Wahyudi, yang berprofesi sebagai penjual kacang rebus, kepada detikcom di TKP, Jumat (28/9/2007).Wahyudi mengakui dirinya juga pernah dengar ada surat dari Pemda untuk mereka yang menempati tanah yang bukan haknya."Tapi saya sendiri belum pernah dikumpulkan. Mungkin kalau yang punya kontrakan sudah," beber Wahyudi.Wahyudi mengakui, lahan yang ditempatinya bersama ratusan warga lainnya, bukan milik warga melainkan milik PT Pulomas. Teman seprofesi Wahyudi bernama Wirya memperkirakan kebakaran yang meludeskan rumah warga yahg terbuat dari triplek itu bukan sengaja dibakar melainkan karena korsleting listrik."Saya lihat dari atap rumah itu, ada listrik kebakar di rumah tetangga saya yang jaraknya hanya 10 meter dari rumah saya. Setelah itu api langsung merambat karena angin bertiup kencang. Lagi pula kalau sengaja dibakar, nggak mungkin siang-siang," terang Wirya.Menurut pria yang sudah lima tahun tinggal di rumah itu, isu adanya penggusuran yang dilakukan Pemda DKI sudah sering didengar warga. "Terakhir lima bulan lalu dapat informasi itu," kata Wirya.Pantauan detikcom, warga yag menempati perumahan kumah itu, 40 persen berasal dari Madura, sisanya Ciamis, Cirebon dan Jawa Tengah/Jawa Timur. Mereka umumnya berprofesi mencari besi tua, pemulung, penjual kacang rebus, pengemis, pengamen hingga waria. Gerombolan 'kampak merah' disinyalir juga menetap di sini. Kawasan kumuh di Pedongkelan itu secara administratif masuk wilayah Jakarta Timur. Namun tidak ada kelurahan/pengurus RT/RW di tempat tersebut. Kawasan ini berbatasan dengan Jakarta Utara.
(nik/nrl)











































