Merah-merah di Kantor Deplu

Merah-merah di Kantor Deplu

- detikNews
Jumat, 28 Sep 2007 11:14 WIB
Jakarta - Suasana kantor Departemen Luar Negeri berbeda pagi ini. Para diplomat kita sengaja berangkat kerja dengan baju merah sebagai solidaritas atas korban kekerasan junta militer Myanmar."Saya dapat SMS pukul 22.00 WIB, intinya mengenakan baju merah," kata seorang diplomat Deplu, kepada detikcom di kantor Deplu, Jl Pejambon, Jakarta, Jumat (28/9/2007).Instruksi berantai lewat SMS ini sifatnya tidak resmi. Tapi kebanyakan pegawai Deplu meresponsnya dengan baik. Tidak mudah untuk mencari pakaian berwarna merah. Apalagi, pada hari Jumat, pegawai Deplu wajib berbaju batik."Ini saya cari-cari dulu, biasanya tidak pernah dipakai karena untuk pesta," ujar pria yang mengenakan batik merah menyala ini.Kenapa merah? Menurut dia merah adalah simbol dari keinginan kuat warga Myanmar untuk lepas dari tekanan kediktatoran pemerintahnya. "Mereka siap mengambil risiko apa pun, karena merah itu simbol dari keberanian," imbuhnya.Sementara itu diplomat Deplu yang lain, Umar Hadi, mengatakan pada pukul 11.30 WIB, mereka akan berkumpul di Gedung Pancasila kompleks kantor Deplu untuk unjuk keprihatinan. Kegiatan ini sudah disebarkan juga lewat SMS."Besok (Jumat) kita kumpul jam 11.30 WIB di depan Gedung Pancasila. Solidaritas untuk Myanmar. Edarkan ke teman-teman," demikian bunyi pesan singkat itu."Tidak ada ramai-ramai, cuma foto-foto atau kita berdoa bersama, moment of silence," kata Umar.Namun tidak semua pegawai Deplu berbaju merah. Banyak juga yang memakai baju lain karena tidak memiliki baju merah."Yang penting bukan merahnya, tapi niatnya," kilah seorang pegawai yang berbatik coklat. (fay/nrl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads