Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Cirebon Hadi Eko menjelaskan banjir dipicu hujan berintensitas tinggi dengan durasi cukup lama, baik di wilayah hulu maupun hilir sungai. Tingginya curah hujan itu menyebabkan debit Sungai Cijangkelok dan Sungai Cisangarung meningkat drastis hingga meluap ke permukiman warga.
"Peristiwa banjir terjadi di tiga kecamatan, yakni Pasaleman, Ciledug, dan Losari," ujar Hadi, dilansir detikJabar, Jumat (13/2/2026).
Ketinggian air di lokasi terdampak bervariasi, mulai 20 sentimeter hingga 150 sentimeter. Genangan tertinggi dilaporkan terjadi di Desa Ciledug Wetan.
Berdasarkan pendataan sementara, sebanyak 485 keluarga atau 1.505 jiwa terdampak banjir tersebut. Dari jumlah itu, sekitar 150 jiwa sempat mengungsi ke tempat yang lebih aman ketika debit air berada di puncaknya.
"Tidak ada laporan korban luka maupun meninggal dunia dalam peristiwa ini," tegasnya.
Selain berdampak pada warga, sedikitnya 388 unit rumah dilaporkan terendam air di tiga desa terdampak. BPBD juga mencatat adanya kerusakan infrastruktur berupa satu titik tembok penahan tanah yang rusak ringan akibat tergerus arus
Simak selengkapnya di sini.
Lihat juga Video 'Banjir Bandang Kembali Terjang Tapteng, Bawa Material Kayu':
(yld/idh)











































