Kasus Irawady Seleksi Alam Sistem Peradilan Indonesia

Kasus Irawady Seleksi Alam Sistem Peradilan Indonesia

- detikNews
Jumat, 28 Sep 2007 05:56 WIB
Jakarta - Tertangkapnya anggota Komisi Yudisial (KY) Irawady Joenoes atas dugaan menerimasuap sungguh merupakan ironi bagi dunia peradilan di Tanah Air. Tertangkap tangan pula.Sebagai Koordinator bidang pengawasan kehormatan, keluhuran, martabat dan perilaku hakim, seharusnya Irawady mengawasi para hakim dari kemungkinan menerima suap dari pihak berperkara. Atauu setidaknya minimal dia memberi tauladan.Apa lacur, orang yang seharusnya mengawasi tindak pelanggaran etika profesidemikian, ternyata menjadi pelaku. Masihkah ada harapan bagi program reformasi peradilan Indonesia yang beken dengan jaringan mafia dan praktek jual beli perkara itu? Tentu harapan selalu ada. Justru kasus Irawady ini bisa dilihat semacam seleksi alam guna mendapatkan 'sapu' dan 'kain lap' yang tepat. Kasus Irawady bukan alasan membubarkan KY, bagaimana pun keberadaannya sebagailembaga pengawasan tetap diperlukan. Sebab peradilan bersih, bebas mafia dan jual beli perkara adalah harapan dari seluruh rakyat Indonesia yang sudah lama merindu keadilan.Bila ada salah satu unsur lembaga pengawasan itu melakukan penyimpangan, maka unsur itulah yang harus dibuang. Maka sangat tepat bila KY cepat menindaklanjuti peristiwa memalukan ini dengan menggelar pembersihan internal, sebelum mereka membersihkan para hakim. (lh/bal)


Berita Terkait