Gubernur Syahrial Oesman Minta Maaf Kepada Seniman Sumsel
Jumat, 28 Sep 2007 02:08 WIB
Palembang - Dalam acara buka bersam yang digelar di kediamannya, Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Syahrial Oesman tiba-tiba meminta maaf kepada para seniman. Kenapa?Rupanya permintaan maaf itu karena dia merasa selama ini belum begitu membuka akses terhadap para pekerja seni di wilayah yang dipimpinnya. Namun, ke depan dia akan berusaha membuka seluas-luasnya kesempatan bagi para pekerja seni terutama terkait dengan program Visit Musi 2008."Saya minta maaf, saya sadari selama ini memang belum begitu luas membuka akses kepada para seniman," kata Syahrial saat berbuka dan tarawih bersama para seniman Sumsel di kediamannya, Griya Agung, Jalan Demang Lebar Daun, Palembang, Kamis (27/09/2007) malam.Menurut Syahrial, yang dikenal jago memainkan berbagai alat musik terutama drum, minimnya kesempatan bagi para seniman dikarenakan dirinya sibuka mengurusi persoalan lain. "Tapi, terkadang saya masih rindu dengan habibat (pekerja seni), jadi sering juga tampil main musik dengan para pelajar dan seniman musik di Palembang," ujarnya.Terkait dengan program Visit Musi 2007, Syahrial mengharapkan adanya keterlibatan langsung dengan para seniman. "Kebenaran tahun depan itu terkait dengan tahun kunjungan wisata Indonesia. Jadi, saya mengharapkan akan banyak gagasan atau kegiatan yang dilakukan para seniman di Sumsel," ujarnya.Dalam hal ini, Syahrial mengharapkan peranan dari Dewan Kesenian Sumatera Selatan (DKSS) yang dapat memfasilitasi atau memdiasi antara seniman dan pemerintah. "Saya berjanji akan membuka akses seluasnya, tinggal bagaimana DKSS nanti mampu mengkoordinasikannya,," katanya.Sementara para seniman sendiri menyambut baik soal itu. "Syukur sekali, memang seharusnya sejak dulu. Sebab Sumsel ini memiliki latar belakang budaya yang tinggi, seperti kebudayaan Sriwijaya dan kerajaan Islam Palembang," kata perupa Erwan Suryanegara."Seharusnya ini menjadi dasar pembangunan ke depan, tentunya melalui seni dan budaya. Bayangkan, sampai saat ini saja Sumsel belum memiliki perguruan tinggi seni. Ini berbeda dengan daerah lain, yang juga memiliki sejarah kebudayaan yang sama dengan Sumsel, bahkanlebih muda seperti Jawa Timur, Bali, Sumatra Barat, Yogyakarta, Bandung, SumatraUtara, serta DKI Jakarta," tandas Erwan.
(tw/bal)











































