Hasyim Muzadi Dukung AS Redakan Ketegangan Myanmar

Hasyim Muzadi Dukung AS Redakan Ketegangan Myanmar

- detikNews
Kamis, 27 Sep 2007 23:07 WIB
Jakarta - Kekerasan pemerintah militer Myanmar kepada biksu Budha menarik perhatian masyarakat internasional. Amerika dan Eropa mendorong dihentikannya kekerasan dan meminta demokratisasi di negeri berpenduduk 45 jiwa itu.Tak kurang, Presiden World Conference of Religions for Peace (WCRP) Hasyim Muzadi menyerukan hal serupa. Hasyim yang juga Ketua Umum PB NU, mendukung upaya AS meredakan ketegangan politik di Myanmar."Saya sampaikan apresiasi terhadap AS dan negara Eropa yang menentang kekerasan di Myanmar. Kami juga menghimbau agar kekerasan militer tersebut diakhiri dan menghindari korban yang lebih besar," kata Hasyim Muzadi dalam pesan pendek (SMS) yang diterima wartawan, Kamis (27/9/2007).Sebab, menurut Hasyim, tidak ada alasan bagi biksu untuk melakukan kekerasan. Pemerintah Myanmar harus siap menghadapi kenyataan protes dan proses demokratisasi yang tengah berlangsung."Menurut ajaran Budha, hampir tidak mungkin para biksu melakukan anarkhi dalam berunjuk rasa," ujar Hasyim mengingatkan. Dalam kesempatan serupa, Hasyim menegaskan supaya AS tidak menerapkan standar ganda dalam menerapkan politik luar negerinya. Sehingga, tidak hanya Myanmar yang diperhatikan, Amerika juga harus menghentikan kekerasan di Iraq maupun Palestina. "Seharusnya (Amerika dan Eropa) menentang juga kekerasan agresi Irak, Guantanamo, Palestina, Darfur, serta ancaman ke Iran dalam mempertahankan nuklirnya secara damai," tegas Hasyim. (Ari/bal)


Berita Terkait