Ingin Menang Pemilu 2009, PKB Harus Akur Dengan NU

Ingin Menang Pemilu 2009, PKB Harus Akur Dengan NU

- detikNews
Kamis, 27 Sep 2007 22:07 WIB
Jakarta - Menjelang pemilu 2009, partai-partai sudah memulai konsolidasi internal. PKB melalui kepanjangan tangannya FKB DPR berupaya membedah kelemahannya. Salah satunya karena hubungan yang tidak baik dengan ormas yang melahirkanya PBNU. "Diakui atau tidak, kelahiran PKB karena NU. Tapi hubungannya sekarang tidak seperti yang diharapkan," kata Ketua PBNU Farid Masdar Mas'udi dalam diskusi menjelang buka puasa di DPR RI senayan Jakarta, Kamis (27/9/2007).Sementara itu Direktur Lembaga Survey Indonesia Saiful Mujani menilai posisi PKB tidak akan berpengaruh banyak jika tidak memperbaiki hubungan dan komunikasinya dengan basis dukungan awalnya yaitu warga Nahdliyin. Berdasarkan survey LSI, lanjut Saiful, kalau pemilu digelar Juli 2007, maka hasilnya menunjukkan bisa meraih Golkar 19,5%, PDIP 16%, PD 10%, PKB 6%, PKS 4%, PPP 4%, PAN 2% dan partai lainnya lainnya 5,5%. Sementara yang belum menentukan pilhan itu sebanyak 33%. "Jadi perlu kerja keras. masih ada waktu buat PKB untuk menggenjot suara itu," terang Saiful.Pengamat Politik Universitas Indonesia Arbi Sanit menilai peran partai saat ini sedang dilemahkan oleh publik. Karena itu jika partai ingin mengambil kembali hati rakyat, parpol harus bisa membuktikan keberpihakannya pada rakyat. "Setidaknya PKB harus membangun sistem pemerintahan yang stabil, yang bisa memberikan jaminan rakyat. Partai Demokrat bisa naik, karena pemerintah yang jadi pegangan, bukan partainya," terangnya. Sementara Ketua FKB, Efendi Choirie menegaskan, kehadiran FKB di tengah-tengah konfigurasi politik Indonesia harus bisa mewakili aspirasi, harapan dan keprihatinan rakyat. "Sejak FKB DPR dirombak, kita telah mengambil langkah politik representasi, antara lain mendesak interpelasi Lapindo, mendukung penolakan proyek PLTN dan isu-isu pro rakyat lainnya," pungkas pria yang akrab disapa Gus Choi itu. (yid/bal)



Berita Terkait