Warga Mejing Masih Perbincangkan Tewasnya Tini
Kamis, 27 Sep 2007 19:14 WIB
Yogyakarta - Warga Dusun Mejing Wetan Desa Ambarketawang Kecamatan Gamping, Sleman masih memperbincangkan tewasnya Tini di rumah Sutrisno. Pasalnya Tini baru datang pada hari Rabu 26 September sekitar pukul 21.00 WIB dirumah itu. Namun keesokan harinya sudah ditemukan tewas gantung diri di sebuah pohon beringin yang ada di rumah bagian belakang.Meski, jenazah Sri Hartini alias Tini (42) sudah diambil petugas dari Palang Merah Indonesia (PMI) Sleman pada pukul 10.00 WIB menuju RSU Dr Sardjito. Beberapa orang warga hingga sore ini masih ada yang berdatangan ingin melihat lokasi gantung diri.Namun warga tidak bisa melihat bekas lokasi Tini 'mengakhiri hidupnya' itu. Warga hanya bisa mengintip dari kaca jendela warna hitam yang menghubungkan ke arah rumah bagian belakang. Bahkan saat ada yang mengintip dari kaca, ada yang nyeletuk, "Wah rumah ini bakal jadi singup (angker) karena habis ada orang mati bunuh diri."Rumah Sutrisno yang terbuat dari tembok batu bata seluas 120-an meter memanjang menghadap ke barat itu semua pintu tertutup rapat. Keluarga pemilik rumah juga tidak kelihatan. Di dekat teras rumah beberapa anggota keluarga dekat Sutrisno tampak berkumpul, namun mereka tidak mau berbicara dengan wartawan.Beberapa orang ibu-ibu yang juga tetangga Sutrisno berkumpul tidak jauh dari rumah tersebut. Mereka masih memperbincangkan keberadaan korban yang berada di rumah itu. Namun ketika wartawan maupun polisi berpakaian preman mendekati dan menanyakan beberapa hal, mereka langsung bungkam dan menghindar."Wah, saya nggak tahu-menahu, siapa (Tini) dia itu. Itu rumah Mas Tari (panggilan akrab Sutrisno di Mejing) dan keluarganya dan sudah ditempati sejak lama," kata Ny Darsi salah seorang tetangga Sutrisno.Namun ketika ketika detikcom menguping pembicaraan mereka, sebagian besar membicarakan masalah hubungan antara Sutrisno dengan Tini serta surat wasiat yang ditinggalkan. Bahkan soal percekcokan antara Sutrisno yang berbuntut Suprapti minta cerai pun jadi bahan perbincangan warga. Mereka pun menduga-duga, Tini sebagai istri muda atau istri kedua yang dinikahi tanpa sepengetahuan istri pertama Ny Suprapti. "Yang mati itu bukan orang asli ini dan kami tidak kenal dan bukan keluarga lain yang sudah dikenal warga," katanya.
(bgs/bal)











































