TransJ Dapat Rp 19 M/Th Jika Mampu Turunkan Emisi Gas Buang

TransJ Dapat Rp 19 M/Th Jika Mampu Turunkan Emisi Gas Buang

- detikNews
Kamis, 27 Sep 2007 14:52 WIB
Jakarta - Badan Layanan Umum (BLU) TransJakarta akan memperoleh Rp 19 miliar pertahun dari United Nation Environment Program (UNEP) jika penggunaan TransJ berhasil menekan emisi gas rumah kaca dari kendaraan bermotor sebesar 200 kilo ton CO2 pertahun.Jika penurunan emisi gas buang ini berhasil, maka UNEP akan mengeluarkan sertifikat. Proyek yang memiliki sertifikat ini akan mendapat bantuan dana dari negara-negara maju yang peduli dengan program lingkungan hidup.Hal ini disampaikan oleh Wakil Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo, saat menggelar jumpa pers tentang perubahan iklim di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Kamis (29/9/2007).Menurut Fauzi, kebijakan itu sesuai dengan isi Protokol Kyoto tentang perubahan iklim, yang menyebutkan negara-negara maju wajib membantu negara-negara berkembang untuk mengatasi masalah penurunan emisi gas buang.Proyek sertifikasi ini telah diterapkan di Bogota, Kolombia. Di sana, proyek busway yang dikenal dengan nama Trans Millenio ini telah mendapatkan keuntungan US$ 5-6 juta pertahunnya. Fauzi menjelaskan dibutuhkan konsultan yang berpengalaman untuk menggarap proyek ini."Proyek seperti ini haruslah orang yang punya pengalaman, konsultan lokal juga harus kerjasama dengan yang berpengalaman," kata pria yang akrab disapa Foke ini. Fauzi menjelaskan bukan perkara mudah untuk menggarap proyek ini. Ia mencontohkan Meksiko yang telah mengeluarkan biaya sebesar US$ 1 juta, namun gagal.Di tempat yang sama, Managing Partner South Pole, Renat Heubberger, konsultan yang berhasil menerapkan sistem ini di Bogota mengatakan jika Jakarta berhasil, maka Jakarta bisa menjadi contoh untuk negara-negara berkembang. "Hasil pendapatan proyek sertifikasi ini pun bisa diberikan kepada Pemprov DKI atau pemerintah pusat untuk mengembangkan transportasi di Indonesia," beber Renat.Sementara itu Wakil Kadishub DKI Udar W Pristono optimistis dengan program UNEP ini. Ia mengatakan sejak dioperasiaknnya busway tahun 2004-2005 telah berhasil menurunkan jumlah pengendara angkutan umum dan pribadi sebesar 14%.Walaupun tahun 2006-2007 belum dilakukan pendataan namun dirinya yakin jumlah pengendara yang beralih ke TransJ terus meningkat. "Terakhir sih meningkat karena ada park and ride di terminal Kalideres, yang akan datang Ragunan dan tahun depan Lebakbulus serta Kampung Rambutan," pungkasnya. (rdf/nrl)


Berita Terkait