Tanggap Darurat Gempa Bengkulu & Sumbar Diperpanjang 1 Bulan

Tanggap Darurat Gempa Bengkulu & Sumbar Diperpanjang 1 Bulan

- detikNews
Kamis, 27 Sep 2007 14:47 WIB
Jakarta - Untuk masa transisi, tanggap darurat gempa Bengkulu dan Sumatera Barat (Sumbar) yang sejatinya berakhir pada 26 September diperpanjang 1 bulan."Harusnya sudah selesai 26 September, tetapi ditambah lagi 1 bulan. Itu untuk masa transisi sebelum rehabilitasi dan rekonstruksi dilakukan. Waktu 1 bulan juga akan dilakukan verifikasi perumahan yang rusak," kata Kepala Pelaksanaan Harian Bakornas Samsul Maarif.Hal ini disampaikan Samsul usai rapat pascagempa di Istana Wapres, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Kamis (27/9/2007).Dikatakan dia, warga korban gempa akan mendapat uang lauk pauk senilai Rp 3.000 per orang/hari dan beras 10 kg per orang/bulan."Setelah itu diharapkan program rehabilistasi dan rekonstruksi dapat berjalan," ujarnya.Selain itu, korban meninggal dunia akan diberi santunan Rp 2 juta. Sedangkan korban luka-luka dan dirawat akan diberi pengobatan gratis.Untuk rumah yang rusak, lanjutnya, pemerintah tidak akan memberi penggantian, tetapi sifatnya bantuan. Bantuan akan diberikan mengikuti pola di Yogyakarta. Rumah yang rusak berat akan mendapat bantuan maksimal Rp 15 juta, rusak sedang Rp 10 juta, dan rusak ringan Rp 5 juta."Nanti kriterianya akan ditentukan gubernur dan aparat di daerah," ujarnya.Stop Teror SMS GempaGempa susulan di Bengkulu dan Sumbar sudah melemah. Masyarakat diminta tidak mempercayai isu gempa yang beredar via SMS."Hari ini sudah hari ke-15, gempa susulan di Bengkulu dan Sumbar sudah mulai melemah. Hari ini memang masih ada 6 gempa. Skala 4-5 SR," kata Kepala BMG Sri Woro B Harijono.Woro meminta agar masyarakat tidak mempercayai isu gempa yang beredar lewat SMS."Sampai sekarang belum ada teknologi yang dapat dipakai untuk mendeteksi kapan, dan di mana gempa akan terjadi, apalagi besarnya. Jepang dan AS saja belum bisa memprediksi. Kalau bisa, kita dikasih tahu karena punya link," beber Woro.Saat rapat, lanjut Woro, Wapres meminta agar SMS gempa 203 dari BMG yang dikirimkan hanya gempa di atas 5 SR. Sedangkan di bawah itu hanya dicatat oleh BMG. (aan/umi)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait