Berdekatan Lebaran, Peringatan Bom Bali Dijaga Ekstra Ketat
Kamis, 27 Sep 2007 13:53 WIB
Denpasar - Peringatan bom Bali I dan II pada 12 Oktober 2007 berdekatan dengan Lebaran 13 Oktober 2007. Polda Bali akan menjaga ektra ketat Lebaran serta peringatan tragedi kemanusiaan tersebut.Demikian disampaikan Kabid Humas Polda Bali Kombes Polisi AS Reniban di Mapolda Bali jalan WR Supratman, Denpasar, Kamis (27/09/2007).Pengamanan peringatan bom Bali I dan II serta Hari Raya Lebaran akan dilakukan secara berlapis. Pengamanan Lebaran dengan Operasi Ketupat dilakukan sejak H-7 hingga H+7. Kekuatan personil yang kerahkan untuk menjaga perayaan Lebaran sekitar dua per tiga dari 12 ribu kekuatan Polda Bali.Sementara kekuatan untuk pengamanan peringatan bom Bali disesuaikan dengan situasi di lapangan. Pengamanan akan dilakukan di ruang terbuka dan tertutup di beberapa tempat yang akan dijadikan pusat kegiatan seperti Monumen Perjuangan Rakyat Bali di Denpasar, Kuta.Pengamanan juga dilakukan di pintu masuk ke Bali yaitu, pelabuhan laut Gilimanuk, Padangbai, pelabuhan rakyat di pesisir pantai, serta Bandara Ngurah Rai. Ruas jalan pintu masuk ke Bali mulai dari Gilimanuk, Jembrana hingga Denpasar juga jadi perhatian.Petugas akan berjaga-jaga selama 24 jam di tiga wilayah yaitu, Kabupaten Jembrana, Tabanan dan Kota Denpasar. Setiap kendaraan yang dicurigai seperti mobil box, akan diperiksa.Satuan-satuan yang diturunkan antara lain brimob, gegana, unit reaksi cepat, sniper juga anjing pelacak. Kekuatan ini akan dibantu oleh pecalang serta diback up TNI."Tingkat pengamanan dilakukan dengan analisis kondisi terburuk sehingga tingkat kewaspadaan tidak kendor. Kewaspadaan mulai ditingkatkan dari penyebaran laut serta bandara," kata Reniban.
(gds/lom)











































